Selangkah Lagi, PSIS!

Makin Dekat dengan Posisi Aman

PSIS telah berhasil menambah 16 poin dari delapan laga. Setelah naik turun di zona merah, Mahesa Jenar perlahan mulai menapaki papan tengah.

SATU kaki PSIS sudah berada di Liga 1 musim depan. Satu kemenangan lagi bakal membuat Mahesa Jenar benar-benar aman dari ancaman turun kasta.

Laskar Mahesa Jenar semakin menjauh dari zona degradasi usai mengalahkan Arema FC di Stadion Moch Soebroto Magelang pada Minggu, 4 November 2018, dengan skor 2-1. Kemenangan itu, selain menjadi pembalasan setelah kekalahan PSIS di putaran pertama, juga menjadi penambah poin bagi PSIS. Kini PSIS memiliki 39 poin dan duduk di peringkat delapan Liga 1.

 

Kami sudah memprediksi Arema akan keluar menyerang melalui sayap.
–Jafri Sastra, Pelatih PSIS –

 

Bukan Pertandingan Mudah

Pertandingan pada pekan ke-29 melawan tim tamu, Arema FC, bukan laga yang mudah bagi PSIS. Pada menit kedua, Arema telah mendapatkan peluang. Beruntung bagi PSIS, sepakan bebas kapten Arema Hamka Hamzah melenceng di kanan gawang Jandia.

PSIS lantas membalas di menit kelima. Tendangan bebas Bruno Silva dari sisi kanan pertahanan Arema disambar sundulan Fauzan Fajri. Namun kiper Ustam Rusdiana masih bisa menepis bola keluar. PSIS kembali beroleh peluang di menit ke-13. Tapi lagi-lagi, kali ini sundulan Bayu Nugroho belum tepat sasaran. Bola melambung ke atas mistar.

Susunan PemainPSIS 4-2-3-1: Jandia Eka Putra–Safrudin Tahar, Haudi Abdillah, Fauzan Fajri/Petar Planic, Gilang Ginarsa; Nerius Alom, Muhammad Yunus/Komarudin; Hari Nur Yulianto, Ibrahim Conteh, Bayu Nugroho/Aldaier Makatindu; Bruno Silva

Arema FC 4-2-3-1: Utam Rusdiana–Alfin Tuasalamoni, Arthur Cunha, Hamka Hamzah, Ahmad Alfarizi; Jayus Hariono/M Rafli, Hendro Siswanto; Dendi Santoso, Makan Konate, Nasir/Sunarto; Ahmad Hardianto

Gol dari Serangan Balik

Bayu Nugroho akhirnya mampu memecah kebuntuan di menit ke-25. Berawal dari serangan balik, Bruno Silva mengirim umpan ke sisi kanan. Bayu Nugroho dengan dingin mengecoh kiper Arema, Utam Rusdiana dan membawa PSIS memimpin pertandingan dengan skor 1-0.

Singo Edan mengejar dan nyaris menyamakan skor di menit ke-28. Ternyata sepakan jarak jauh yang dilepaskan Hendro Siswanto hanya menerpa mistar gawang. Tiga menit kemudian PSIS memiliki kans menambah keunggulan. Percobaan Gilang Ginarsa bisa dihalau Utam.

Pada menit ke-36, sepakan bebas Bruno Silva yang mengarah ke pojok gawang masih bisa disapu Johan Alfarizi. Arema FC lebih menguasai permainan di babak kedua. Peluang terbaik didapat Makan Konate di menit ke-53.

Menyambut umpan dari sisi kanan, gelandang asal Mali itu mampu mengecoh Jandia. Tapi bola masih bisa diselamatkan bek PSIS tepat di garis gawang.

Tekanan Singo Edan berbalik hasil bagi PSIS di menit ke-72. Umpan mendatar Sunarto sukses dimaksimalkan Dendi Santoso. PSIS merespon dan mencetak gol kemenangan di menit ke-84. Bruno Silva berhasil mengoyak gawang Arema usai meneruskan operan Hari Nur.

Gol ini diawali sepakan Jandia dari pertahanan PSIS dan bola berhasil dikuasai Hari Nur. Kapten PSIS kemudian mengecoh dua bek Arema plus kiper Utam Rusdiana. Bola sempat mengenai kaki Utam dan melintir ke arah gawang sebelum diteruskan oleh Bruno Silva.

Gol tersebut tercatat atas nama Bruno Silva meski sebenarnya bola sontekan Hari Nur sudah mengarah ke dalam gawang. Tuan rumah sempat menambah gol di menit 86 melalui Bruno Silva. Namun wasit menganulir gol. Striker asal Brasil itu dianggap sudah lebih dulu terperangkap offside.

Hanif Sjahbandi dan Arema FC tak akan didampingi Aremania saat away ke Magelang, Minggu (4/11/2018). Foto: dokumen metrojateng.com

Keunggulan Mahesa Jenar bertahan sampai peluit akhir. Skor 2-1 sudah cukup memuaskan pelatih PSIS, Jafri Sastra. Dia memuji timnya yang tampil solid meski terus mendapat tekanan dari lawan.

“Kemenangan yang luar biasa. Kami sudah memprediksi Arema akan keluar menyerang melalui sayap. Tapi saya instruksikan anak-anak agar bermain sabar dengan satu dua sentuhan dan itu cukup berhasil,” katanya usai laga.

 

Mengadang Serangan Singo Edan

Meski tanpa Dedik Setiawan dan Bagas Adi Nugraha yang memerkuat Timnas Indonesia, pasukan Singo Edan memberi perlawanan sengit terhadap Mahesa Jenar. Singo Edan datang ke kandang Mahesa Jenar tanpa suporter. Masa hukuman (LINK) akibat insiden yang terjadi saat mereka menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, 6 Oktober 2018 lalu belum berakhir.

Sebagai catatan, sebelum meladeni PSIS, Arema FC memetik dua kemenangan dan sekali imbang. Hamka Hamzah cs telah mengalahkan Bali United 3-1, seri lawan Bhayangkara FC dan melumat PSMS Medan 5-0.

Sedangkan PSIS baru saja menelan kekalahan pertama dari enam laga terakhir. Sebelum ditekuk Mitra Kukar, Tim Kota Lunpia memetik empat kemenangan dan satu kali imbang.

PSIS Arema
Jafri Sastra meluapkan kegembiraan bersama putrinya usai PSIS menaklukkan Arema FC, Minggu (4/11/2018). Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Sempat kecolongan oleh gol Bayu Nugroho di babak pertama, Arema FC tampil menggila di paruh kedua. Hamka Hamzah dkk mendominasi permainan dan membuat sejumlah peluang berbahaya.Meski begitu, hanya satu yang mampu dikonversi menjadi gol melalui sontekan Dendi Santoso di menit ke-72.

Pelatih PSIS, Jafri Sastra mempunyai koreksi terhadap permainan Hari Nur cs. “Gol balasan Arema terjadi karena tidak ada komunikasi di barisan pertahanan. Faktor ini juga menjadi catatan saya dan akan terus kami benahi,” tegasnya.

 

Persaingan Liga 1

Sebanyak 18 kontestan masih berjibaku mengamankan posisi dengan enam laga tersisa. Hingga pekan ke-28 persaingan memerebutkan titel juara maupun tim-tim yang berjuang lolos dari jerat degradasi masih sangat ketat. PSMS Medan, Perseru Serui dan PS Tira, tiga tim penghuni zona merah juga masih memiliki kans menggusur tim-tim di atasnya.

PS Tira yang menempati posisi 16 atau batas atas zona degradasi memiliki poin 32 dan masih menyimpan satu laga tunda. Tim milik TNI itu hanya dipisahkan enam poin dari Arema FC di peringkat 8 dan empat angka di bawah PSIS yang menghuni peringkat 11.

Dua tim lainnya, Perseru dan PSMS baru mengemas 29 dan 27 poin. Meski tipis, kans bertahan di kompetisi elite masih terbuka dengan catatan setidaknya bisa meraih lima kemenangan dan berharap tim-tim di atasnya tergelincir.

psis semarang
PSIS ingin secepat mungkin mengamankan tempat di Liga 1 musim depan dengan menyapu bersih tiga laga kandang. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

General Manager PSIS, Wahyu Winarto mengatakan, timnya akan habis-habisan memastikan satu tempat di Liga 1 musim depan. Dia berharap posisi Hari Nur Yulianto dkk sudah aman sebelum melakoni duel kontra Persebaya Surabaya di pekan pamungkas, 8 Desember mendatang.

Hasil di pekan ke-29 tersebut setidaknya bisa sedikit mengurangi beban penggawa Mahesa Jenar. General Manager PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto berharap timnya bisa segera memastikan bertahan di kompetisi kasta teratas.

“Tiga poin hari ini sangat krusial bagi PSIS. Dengan lima laga tersisa, kami hanya butuh satu kemenangan lagi agar benar-benar aman,” kata dia.

Pencapaian tersebut lebih baik dibanding sesama tim promosi, Persebaya dan PSMS yang berstatus juara dan runner up Liga 2 2017.

“Laga home harus dimaksimalkan untuk mendulang poin,” Liluk menambahkan. Setelah Arema FC, PSIS juga akan kedatangan Persib Bandung (Minggu, 18 November 2018) dan Persipura Jayapura. Sedangkan tiga laga lainnya bakal digelar di kandang Borneo FC (Jumat, 9 November 2011), Madura United dan Persebaya.

“Lawan-lawan yang dihadapi PSIS semua berat. Tim-tim di papan atas juga butuh poin untuk perebutan juara. Kuncinya kami jangan sampai tergelincir di kandang,” tandasnya. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana

You might also like

Leave A Reply