Seleksi Pegawai Damkar ‘Digugat’ ke Ombudsman

METROSEMARANG.COM – Beberapa perwakilan dari 46 orang yang tak lolos seleksi dalam pengadaan pegawai Non-ASN secara swakelola oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mendatangi Kantor Ombudsman Jawa Tengah, Senin (10/4) pagi. Mereka melapor atas ketidaktransparan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dalam melakukan seleksi yang diumumkan pada 31 Maret lalu.

Aliansi Damkar Menggugat beraudiensi dengan Ombudsman Jateng, Senin (10/4). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Menurut mereka, alasan mengeliminasi 46 pekerja tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Walikota Semarang Nomor 57A tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Pegawai Non-ASN di Lingkungan Pemkot Semarang. Pada bagian Pendahuluan, Sub Bagian Umum nomor 2 dinyatakan bahwa Pengadaan Pegawai Non-ASN secara swakelola harus dilaksanakan berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan, serta tidak membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, golongan, atau daerah.

“Kepala Dinas mengeliminasi kami yaitu karena KTP luar kota, sedangkan pada Perwal sudah dijelaskan tidak membedakan asal daerah,” ujar perwakilan Aliansi Damkar Menggugat, Roni Suprianto.

Selain itu, dari ratusan orang yang lolos seleksi, Roni mengatakan tidak semuanya mempunyai pengalaman kerja yang cukup. “Pada persyaratan jelas tertera harus ada pengalaman kerja minimal 1 tahun, sedangkan masih banyak yang tidak mempunyai pengalaman cukup,” tambahnya.

Sejak 1 April lalu, Roni dan puluhan rekannya yang tak lolos seleksi tidak dipekerjakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Ia bersama rekan-rekannya hanya berharap untuk dapat kembali bekerja di Dinas Kebakaran secepatnya. (fen)

You might also like

Comments are closed.