Seluruh SMP Negeri di Semarang Siap Gelar UNBK

METROSEMARANG.COM – Seluruh SMP/MTs Negeri di Kota Semarang siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Mei mendatang. Hanya dua sekolah yang tidak bisa menggelar UNBK karena belum ada siswa kelas IX.

Ilustrasi. Seluruh SMP Negeri di Semarang siap menggelar UNBK.
Foto: dok metrojateng.com

Ketua Panitia Penyelenggara Ujian Nasional (UN) Kota Semarang Sutarto memastikan untuk SMP Negeri di Semarang siap maksanakan UNBK, kecuali dua sekolah baru yakni SMP N 42 dan 43. Pasalnya dari kedua sekolah tersebut belum ada siswa yang akan mengikuti ujian karena semua siswa baru duduk di kelas VII dan VIII.

“Dipastikan semua SMP Negeri siap melakukan UNBK,” katanya saat dihubungi, Senin (20/2).

Sutarto menuturkan, untuk MTs Negeri, yakni MTs Negeri 1 dan 2 juga telah siap menyelenggarakan UNBK atau UN CBT (computer based test) secara mandiri karena sudah memenuhi persyaratan, yaitu punya minimal 20 perangkat komputer dan satu server. Selain itu ada sebanyak 60 SMP swasta yang juga siap menggelar UNBK.

“Total ada 105 SMP di Kota Semarang,  yang siswanya bisa mengikuti pelaksanaan UNBK, entah itu secara mandiri atau menginduk di sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) yang lokasinya berdekatan,” bebernya yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang SMP Disdik Kota Semarang

Suroto mengakui sekolah memang diperbolehkan meminjam atau menginduk ke sekolah terdekat ataupun perguruan tinggi untuk melaksanakan UNBK. Total ada sekitar 70 sekolah yang menumpang atau menginduk ke sekolah lainnya.

Secara keseluruhan ada 232 sekolah yang ada di Semarang, 54 di antaranya belum bisa menyelenggarakan UNBK dan menggunakan UN PBT (paper based test). Walaupun begitu, pihak Disdik tidak memaksa pihak sekolah yang belum mampu melaksanakan UNBK secara mandiri.

“Kalau belum bisa menumpang di sekolah lain. Namun, kalau benar-benar belum siap tetap melaksanakan UN berbasis kertas seperti dulu,” bebernya.

Mengenai kesiapan perserta didik, lanjut dia, sebenarnya sudah siap untuk melaksanakan UNBK karena relatif sudah menguasai untuk persoalan teknologi informasi. Sayangnya hal tersebut terbentur ketersediaan fasilitas komputer yang memang tidak bisa dipenuhi seluruh sekolah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bunyamin menambahkan jika pihak Disdik tetap akan memfasilitasi sekolah yang UN PBT (paper based test), yang memiliki pola berbeda dengan UNBK.

“Kalau polanya kertas, harus ada posko, penjaga dan yang lainnya. Tetap akan difasilitasi yang belum bisa melaksanakan,” tambahnya.

Dirinya pun mengapresiasi banyaknya sekolah yang ingin melaksanakan UNBK, jika beberapa tahun lalu jumlahnya belasan, tahun ini sudah mencapai ratusan sekolah yang akan melakukan ujian nasional berbasis komputer. (vit)

You might also like

Comments are closed.