Semarang dan Jiaxing Jalin Kerja Sama Sister City

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Jiaxing, Cina, dan Pemerintah Kota Semarang saat ini sedang menjajaki kerja sama dalam program sister city. Sister City atau Kota Bersaudara adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antar penduduk.

Kota Semarang dan Jiaxing menjajaki kerja sama sister city. Foto: dok metrosemarang.com

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, Kota Kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Konsep Kota Kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota.

‘’Hubungan Kota Kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan,’’ katanya usai kegiatan Rakor Forkompimda Kota Semarang bersama stakeholder di Balai Kota Semarang, Kamis (5/4).

Wali Kota yang disapa Hendi menjelaskan, kerja sama program sister city antara Kota Lunpia dan pemerintah kota di Negeri Tirai Bambu itu, nanti akan difokuskan pada beberapa bidang. Seperti di antaranya bidang investasi perdagangan bisnis, budaya, dan pariwisata atau tourism.

‘’Jadi kita sedang melakukan porses penjajakan untuk kerja sama sister city dengan Pemerintah Kota Jiaxing, yang nantinya diharapkan dapat dilakukan penandatanganan kerja sama pada bulan November mendatang,’’ katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, dirinya beberapa waktu lalu baru saja dari Kota Jiaxing. Dia menuturkan, pihaknya telah melakukan proses komunikasi dengan pemerintah kota setempat.

Sebagai upaya awal pelaksanaan program kerja sama sister city, nantinya Pemerintah Kota Jiaxing akan mengadakan program beasiswa bagi mahasiswa Kota Semarang.

Kemudian dari Pemkot Semarang melalui perguruan tinggi akan mengirim mahasiswa. Karena Pemerintah Kota Jiaxing berkenan menyediakan beasiswa terutama untuk program bahasa dan budaya melalui Universitas Jiaxing.

‘’Nanti rencana dari Pemerintah Kota Jiaxing juga akan ada banyak investor yang menanamkan modalnya ke Kota Semarang,’’ katanya.

Disebutkan perempuan yang disapa Mbak Ita ini, Pemerintah Kota Jiaxing sudah menunjuk dan menetapkan Universitas Negeri Kota Semarang (Unnes) yang akan diminta untuk mengirimkan mahasiswanya. Terutama yang dari fakultas bahasanya khususnya dari jurusan bahasa Mandarin untuk mengikuti program beasiswa tersebut.

“Kemarin dari Universitas Of Jiaxing menginginkan dari Unnes karena sudah ada fakultas Bahasa Mandarin. Mereka mengharapkan mahasiswa itu bisa menjadi penerjemah maupun guide dari para investor yang akan menanamkan modal dan berinvestasi di Kota Semarang karena mereka mayoritas pengusaha Cina tidak bisa berbahasa Inggris,” jelasnya.

Dengan adanya program beasiswa budaya dan bahasa Cina dari mahasiswa Unnes di University Of Jiaxing tersebut, maka proses komunikasi antara para pengusaha dan turis-turis dari Cina itu nantinya tidak menjadi persoalan.

‘’Mereka menginginkan mahasiswa dari Unnes sebanyak-banyaknya. Makanya dalam waktu dekat, kami akan sowan ke Rektor Unnes supaya program kerja sama ini bisa segera terealisasi,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.