Semarang Ingin Lebih Dikenal sebagai Penghasil Durian di Indonesia

METROSEMARANG.COM – Kota Semarang ingin memperkuat diri sebagai salah satu daerah utama penghasilan buah durian di Indonesia. Tidak hanya jumlah duriannya yang banyak dan jenisnya yang bermacam-macam, tapi  juga sedang mengembangkan usaha pohon durian bisa berbuah setiap bulan.

WP Rusdiana menunjukkan durian unggul hasil panenan petani di Gunungpati. Kota Semarang terus berupaya menjadi sentra durian di Indonesia. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana mengatakan, potensi buah durian yang dihasilkan Kota Semarang banyak sekali hampir 50 ribu ton per tahun. Atau ada sekitar ratusan ribu buah durian di Semarang setiap tahun. Sedangkan jumlah tanamannya ada sekitar 300 ribu.

‘’Itu termasuk tanaman yang masih bisa berbuah, baru atau belum lama ditanam, dan yang sudah tidak produktif,’’ kata WP Rusdiana, Minggu (5/11).

Tanaman yang masih produktif berbuah berumur 5-30 tahun. Tapi kalau sudah lebih dari 30 tahun maka tanaman harus diganti baru atau dilakukan peremajaan. Adapun jenis durian asli Semarang belum ada pendataan menyeluruh, tetapi diperkirakan bisa mencapai ribuan jenis.

Dari yang sudah diketahui saja, kata dia, sudah ada seratusan jenis buah durian asli Semarang. Antara lain seperti durian Kholil, Sidandang, Ketan, Tembaga, Monti, Jawa, dan jenis lainnya.

‘’Yang kita lombakan saja di tahun 2016 ada sekitar 66 jenis, sedangkan belum lama ini (2017) ada 30 jenis. Setiap digelar lomba (dalam festival durian) banyak jensi baru yang muncul,’’ katanya.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengembangkan bagaimana agar tanaman durian bisa berbuah setiap saat. Tidak hanya pada musim tertentu saja. Percobaan pernah berhasil satu kali dimana tanaman durian berbuah di luar musim. Tapi jumlah tanamannya belum banyak, karena masih dilakukan evaluasi.

‘’Tapi belum begitu banyak, karena kalau seperti itu kan berarti tanaman dipaksa untuk berbuah. Tapi bisa berbuah di luar musim masih terus diusahakan agar bisa dilakukan,’’ tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.