“Semarang Mantul” Ajang Penjaringan Atlet Trampolin

Gravity Indoor Trampoline Park

Melalui Semarang Mantul, Gravity memberikan kelas dasar trampolin bagi pelajar SD, SMP, dan SMA secara gratis. 

PERSATUAN Senam Indonesia (Persani) Kota Semarang terus berupaya mencari atlet-atlet muda khususnya di nomor trampolin. Salah satunya melalui program Semarang Mantul yang diinisiasi oleh Gravity Indoor Trampoline Park.

Program Semarang Mantul merupakan bagian Corporate Social Responsibility (CSR) Gravity Indoor Trampoline Park. Melalui program ini Gravity memberikan kelas dasar trampolin bagi pelajar SD, SMP, dan SMA secara gratis.

Ketua Umum Persani Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara bersama owner Gravity Indoor Trampoline Park, Gunawan Budi dan General Manager Indra Renk memberi keterangan terkait Program Semarang Mantul. Foto: metrojateng.com/Tri Wuryono

“Program Semarang Mantul akan dimulai pada tahun ajaran baru. Nantinya siswa dari sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh dinas akan kami beri pelatihan dasar senam trampolin,” kata Gunawan Budi Kentjana, owner Gravity Indoor Trampoline Park Semarang, Senin (22/4/2019).

Dengan adanya Semarang Mantul diharapkan trampolin bisa dinikmati oleh semua kalangan. Pihaknya juga ingin membantu Persani untuk menelurkan atlet-atlet senam nomor trampolin.

“Program ini berlangsung sampai akhir tahun dan tentunya dengan dipantau dari Pengkot Persani. Jika nantinya ada siswa yang potensial akan ditindaklanjuti oleh Persani dan dibina menjadi atlet profesional,” beber Gunawan.

General Manager Gravity Indoor Trampoline Park, Indra Renk menambahkan, pihaknya berupaya menjadikan arena ini sebagai one stop edutainment. Selain area trampolin, Gravity juga menyediakan dengan ruang meeting, kafe dan restoran.

Dikatakan, Gravity merupakan satu-satunya wahana olahraga trampolin di Semarang dan Jawa Tengah. Arena yang berlokasi di Jalan Dr Cipto tersebut dilengkapi matras khusus trampolin berstandar internasional.

“Kami juga memiliki instruktur-instruktur yang telah mengikuti pelatihan basic trampoline yang diselenggarakan oleh FIG (Federation International Gymnastic). Kami berharap bisa menciptakan atlet-atlet profesional dari Kota Semarang dan Jawa Tengah,” paparnya.

Senam trampolin atau trampolining adalah olahraga di mana pesenam melakukan stunts akrobatik sementara memantul diri pada trampolin. Olahraga ini sudah dipertandingkan sejak Olimpiade 2000 Sydney, termasuk di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Ketua Persani Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengakui jika olahraga trampolin masih kurang familiar. Karenanya dia sangat mengapresiasi pihak swasta yang ikut bersama-sama membantu program organisasinya.

“Kami sangat mengapresiasi pengelola Gravity Trampoline yang sudah ikut memopulerkan senam trampolin di Semarang, karena untuk olahraga ini dibutuhkan investasi yang sangat besar. Ke depan,  trampolin bukan saja sebagai wahana bermain tapi juga menghasilkan prestasi,” kata Arnaz. (*)

 

Artikel ini telah dipublikasikan oleh metrojateng.com

Comments are closed.