Semarang Segera Terapkan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Kepala BLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Kepala BLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Kota Semarang akan segera menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Hal ini sebagai salah satu pengendalian sampah plastik yang selama ini semakin banyak. Di Semarang, kebijakan kantong plastik berbayar akan diujicoba pemberlakuannya bersama 23 kota lain di Indonesia mulai 21 Februari-5 Juni 2016.

Berdasarkan catatan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang, Indonesia merupakan negara peringkat ke dua penghasil sampah plastik yang dibuang ke laut setelah Tiongkok. Di Indonesia 1 juta plastik digunakan setiap menit, dan 50 persen digunakan sekali setelah itu menjadi sampah.

“Prinsipnya Indonesia sekarang penghasil sampah plastik terbesar kedua sedunia setelah Cina. Kini saatnya kita harus mengurangi,” kata Kepala BLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Jumat (19/2).

Gunawan mencontohkan, satu toko di Bandung rata-rata menggunakan 300 kantong plastik dalam sehari. Jumlah plastik tersebut jika dikalikan jumlah toko di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) sebanyak 32.000 totalnya 9.600.000 plastik. Luas kantong plastik tersebut mencapai 21.024 Ha pertahun, sedangkan luas Kota bandung 16.730 Ha.

“Artinya kantong plastik yang dihasilkan oleh 32.000 gerai dapat menutupi seluruh permukaan kota Bandung,” jelasnya.

Dengan kebijakan penerapan kantong plastik berbayar diharapkan bisa mengurangi penggunaan kantong plastik di Indonesia. “Kalau belanja ya bawa tas sendiri saja, agar bisa mengurangi penggunaan plastik,” terang Gunawan. (din)

You might also like

Comments are closed.