Semarang Tak Butuh Beras Vietnam

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak akan mengimpor beras dari Vietnam. Hal itu dikarenakan Kota Semarang masih bisa memenuhi kebutuhan berasnya, meskipun harus menambahkan pasokan beras dari kabupaten dan kota tetangga.

“Kebijakan pemerintah pusat mengimpor beras dari Vietnam akan merusak harga beras lokal. Jadi jika di suatu daerah bisa mencukupi kebutuhan, maka tidak perlu impor,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana, Selasa (17/11).

Dia menjelaskan, dari target produksi Kota Semarang 2015 sebanyak 34.x00 ton Gabah Kering Giling (GKG) sampai dengan September 2015 sudah tercapai 24.000 ton. Luas tanam sampai dengan September 2015 seluas 7.056 hektare dari target 6.975, untuk angka produksi 6,4 ton per hektare.

Sebagai perbandingan 2014 lalu, produksi hanya 27.064 ton GKG dengan luas tanam 7.126 hektare dan produktivitas 3,8 ton per hektare. “Target produksi di 2015 memang masih kurang lima ton. Namun dengan sisa masa tanam dari Oktober sampai Desember, kami yakin target bisa telampaui,” kata dia.

Rusdiana menambahkan dengan produksi 34.800 ton tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Kota Semarang yang mencapai 150.000 ton per tahun dengan asumsi 11.000 ton setiap bulan. Namun Kota Semarang bisa mengandalkan beberapa kota terdekat yang bisa memasok beras, seperti Kendal, Boyolali dan Grobogan. “Jawa Tengah aman, masih surplus beras,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.