Semarjawi Dianggap Tak Layak, Becak Motor Bebas Berkeliaran

Polisi melakukan penertiban becak motor. Kendaraan modifikasi becak dan sepeda motor ini masih bebas berkeliaran di Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok lantas polrestabes
Polisi melakukan penertiban becak motor. Kendaraan modifikasi becak dan sepeda motor ini masih bebas berkeliaran di Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok lantas polrestabes

SEMARANG – Pencekalan yang dilakukan terhadap Bustram Semarjawi karena dianggap tidak memenuhi syarat administrasi, samai sekarang masih menjadi kontroversi. Padahal, selain Semarjawi, sebenarnya di Semarang terdapat banyak kendaraan yang juga memiliki kasus serupa.

Menurut Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, pemerintah harus melakukan tindakan tegas terhadap kendaraan yang dianggap tidak layak jalan. Dia mencontohkan, becak motor dan kendaraan kelinci gandeng yang masih bebas berkeliaran.

“Kedua jenis kendaraan ini juga tidak melakukan uji KIR dan kelayakan jalan seperti Semarjawi. Itu juga sudah pasti pelanggaran,” kata dia.

Keberadaan becak motor, yang merupakan modifikasi sepeda motor dengan becak tersebut masih banyak berkeliaran di Kota Semarang. Selain menyalahi aturan sebagai sarana transportasi umum, bentor pada dasarnya hanya merupakan kendaraan rakitan “asal-asalan”.

Lantaran hanya dirakit oleh tenaga amatir, tentu saja spesifikasi kendaraan sebagai angkutan umum juga  membahayakan. Di antaranya faktor keseimbangan kendaraan saat digunakan. Apalagi saat mengangkut penumpang. (ade)

You might also like

Comments are closed.