Seminggu Air PDAM Tak Mengalir, Warga Bringin Ngaliyan Resah

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Sejumlah warga di RT 2 dan RT 3 RW 14 Perumahan Bringin Lestari, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang mengaku mengalami krisis air bersih. Hal itu dikarenakan persediaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan tersebut diketahui sering mati.

Bahkan warga mengaku bahwa tidak lancarnya subsidi air bersih dari PDAM itu telah berlangsung sejak kurang lebih 10 tahun lalu.

“Wah, persoalan seperti ini sudah kami alami sejak kurang lebih 10 tahun lalu di RT sini. PDAM sering mati. Ini saja selama 1 minggu sama sekali tidak mengalir,” keluh salah satu warga Bringin Lestari RT 2 RW 14, Miftahul Arif,(33), Senin (4/5).

Tak hanya itu,  sejumlah warga Bringin Lestari yang sebagian besar dihuni karyawan pabrik itu pun terpaksa patungan untuk membeli air mobil tangki.

“Persoalan air memang membikin pusing. Warga di sini benar-benar mengalami kerepotan. Bagaimanapun, air merupakan kebutuhan pokok, baik untuk memasak, mandi maupun kebutuhan sehari-hari yang lain,” imbuhnya.

Kendati demikian, kelangkaan air di daerah tersebut  belum juga ada respons yang signifikan dari pemerintah. Padahal warga sudah sering melaporkan hal tersebut.

“Warga sudah sering melaporkan ke pihak PDAM, tapi sampai sekarang tidak ada respons signifikan,” ungkapnya.

Selain itu, Arif sendiri mengaku melakukan pembayaran PDAM  secara rutin oleh warga dengan menggunakan sistem abonemen. Dia berharap PDAM juga bisa profesional dalam memberikan pelayanan.

“Semua tahu, kalau warga telat membayar saja dioyak-oyak agar segera membayar, tapi giliran PDAM mati kayak gini tidak bisa protes. Kami bingung harus mengadu ke mana lagi. Sebab, berbagai macam cara telah kami coba. Melapor dan menghubungi PDAM, jawabannya juga itu-itu saja, tidak ada tindakan konkrit,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.