Sempat Disegel, Restoran Bentuman dan Mbah Jingkrak Akhirnya Lunasi Tunggakan Pajak

METROSEMARANG.COM – Restoran Mbah Jingkrak dan Bentuman di Taman Beringin Kota Semarang disegel oleh tim gabungan yustisi pajak daerah. Dua restoran tersebut menunggak pembayaran pajak daerah sejak tahun 2016 total sebesar Rp 100 juta.

Petugas segel Restoran Mbah Jingkrak karena menunggak pajak, Senin (16/10). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sebelumnya Senin (16/10) lalu tim gabungan yustisi pajak terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Polrestabes Semarang juga menyegel parkiran Rumah Sakit Permata Medika karena pengelolanya menunggak pajak Rp18,8 juta.

Kepala Bidang Pajak II Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto mengatakan, pengelola Restoran Mbah Jingkrak dan Bentuman termasuk salah satu wajib pajak yang membandel. Sebab selalu tidak dapat membayar pajak restoran tepat waktu.

”Tunggakan pajak yang belum dibayarkan sejak tahun 2016, nilainya mencapai Rp 100 juta. Karena dua restoran ini pengelolanya sama, tunggakan Restoran Bentuman Rp60 juta dan Mbah Jingkrak sebesar Rp40 juta,” kata Agus Wuryanto.

Menurutnya, andaikan pembayaran pajak dilakukan setiap bulan tentu tidak akan terasa banyak sepert ini. Karenanya dia mengharapkan wajib pajak membayarkan pajaknya tepat waktu.

Penindakan pada wajib pajak yang menunggak ini, ditegaskan sesuai dengan Perda Nomer 4 Tahun 2011. Yakni setiap pengusaha yang memiliki usaha di Kota Semarang wajib membayar pajak sesuai ketentuan dan tepat waktu.

”Kami memberikan tenggat waktu 3 hari untuk menyelesaikan tunggakan tersebut. Apabila tidak dilunasi maka restoran akan ditutup selamanya,” tegas Agus Wuryanto.

Sementara itu, setelah dilakukan penyegelan oleh petugas, pemilik Restoran Bentuman dan Mbah Jingkrak langsung melakukan pembayaran pajak. Seluruh tunggakan pajaknya dilunasi di Kantor Bapenda di Balaikota Semarang.

”Ini hanya miss komunikasi saja. Saat ini pajak sudah kami lunasi semua sebesar Rp100 Juta. Restoran kami sudah buka kembali, segelnya sudah kami copot,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.