Semrawutnya SNC, Menunggu Berjam-jam sampai Ketiduran

METROSEMARANG.COM – Penyelenggaraan Semarang Night Carnival (SNC) dari tahun ke tahun tetap menimbulkan masalah klise yang tak kunjung tuntas. Bahkan, di tahun ini, rute pawai peserta SNC asal lima negara semerawut. Terutama di depan Lawang Sewu yang berada di ujung Jalan Pemuda.

Di balik kemegahan SNC 2017 masih menyisakan kesemrawutan yang terus berulang tiap tahun. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Seperti dilihat pada Sabtu malam (6/5), ada ribuan warga tumplek-blek di depan Lawang Sewu untuk menantikan parade lima defile SNC. Namun, banyak orang yang menelan kekecewaan mendalam lantaran parade defile hanya sampai depan panggung musik BNI46.

“Yah cuma ada atraksi musik militernya saja. Pawai SNC-nya enggak keliatan,” kata Yandi, seorang warga yang berada di depan Lawang Sewu.

Diduga minimnya publikasi membuat banyak warga kecele. Tak sedikit dari mereka sebelumnya rela menunggu berjam-jam hingga ketiduran.

Penonton SNC keleleran karena harus menunggu selama berjam-jam sebelum bisa menyaksikan parade kostum hias. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Parade defile SNC 2017 juga menyisakan banyak tumpukan sampah. Seorang bocah terlihat memboyong karung besar berisi sampah plastik di Jalan Pemuda.

Di depan panggung BNI, parade defile juga kacau. Penutupan Jalan Pemuda dari Paragon yang tak maksimal membuat banyak pemotor dan tak sedikit mobil nekat nyelonong ke jalanan. Praktis, pemandangan yang tersaji adalah; peserta parade defile seakan berlomba dengan laju pengendara motor.

Sampah yang tersisa dari gelaran SNC menjadi berkah bagi pemulung. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Ini tadi juga enggak ada koreografinya. Jadi cuma jalan lempeng aja,” tutur seorang gadis yang memakai defile burung blekok usai acara. (far)

You might also like

Comments are closed.