Sendang Gede Kandri, Mitos Ular hingga Sumber Kesembuhan Penyakit

Keberadaan Sendang Gede di Desa Kandri menyimpan banyak misteri. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Keberadaan Sendang Gede di Desa Kandri menyimpan banyak misteri. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Tradisi Nyadran Kali merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan warga Kandri Kecamatan Gunungpati, Semarang. Tempat yang menjadi pusat kegiatan adalah Sendang Gede.

Sendang ini dinamakan Sendang Gede bukan tanpa alasan. Dulunya, mata air ini merupakan mata air besar. “Besar sumber yang mengeluarkan air sampai sebesar bedug,” ujar penuturan salah seorang warga Kandri, Wahid.

Dia menceritakan, derasnya sumber mata air yang keluar membuat warga was-was. Kemudian atas kesepakatan bersama, kemudian sumber tersebut ditutup sebagian agar air yang keluar tidak terlampau deras.

Akhirnya warga sepakat untuk menutupnya dengan wayang, kepala kerbau dan gong. Setelah ditutup dengan ketiganya, ternyata benar, semburan air dari dalam sendang agak mengecil sehingga warga menjadi lebih tenang. “Kemudian kami mengadakan syukuran dengan makan bersama di area sendang,” lanjut Wahid.

Ada mitos yang berkembang di Sendang Gede. Penduduk dilarang untuk mengambil air langsung dari sumbernya. Menurut Wahid, jika itu dilanggar maka wadah yang digunakan untuk mengambil air akan bocor tanpa diketahui.

“Selain itu, akan muncul banyak ular di sana,” ujarnya. Oleh karena itu, warga menyiapkan area khusus yang terbuat dari beton untuk digunakan orang-orang mengambil air dari Sendang Gede.

Tidak hanya Sendang Gede, anak Sendang Gede yang tidak jauh juga menyimpan mitos. “Dulu ini namanya Sendang Jamu, tapi sekarang diberi nama Sendang Jambu. Kalau mandi di sini antara pukul 00.00 sampai sebelum subuh, penyakit apapun bisa sembuh,” kata dia.

Wahid menambahkan, walaupun bisa menyembuhkan penyakit, dia meminta agar yang mandi di sana tetap meyakini bahwa Tuhan yang memberi kesembuhan. (ade)

You might also like

Comments are closed.