Sendangmulyo Banjir, Wali Kota Geleng-geleng

Membersihkan saluran sungai menjadi salah satu 'tradisi' setiap kali menyambut datangnya musim hujan. Foto Metrosemarang/dok pemkot.
Membersihkan saluran sungai menjadi salah satu ‘tradisi’ setiap kali menyambut datangnya musim hujan. Foto Metrosemarang/dok pemkot.

SEMARANG – Memasuki musim hujan, Wali Kota bersama jajarannya melakukan berbagai antisipasi untuk mencegah banjir, terutama di Semarang bagian bawah. Namun siapa sangka, Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang, Semarang juga ikut terkena banjir beberapa waktu lalu.

Mengetahui kondisi tersebut, Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi dibuat geleng-geleng kepala. “Kok bisa daerah atas terkena banjir?” ujarnya keheranan, Selasa (23/12).

Hendi kemudian mempelajari penyebab banjir yang terjadi di daerah tersebut. Setelah dikaji tim, ternyata sistem drainase yang dibuat pengembang kurang memadai untuk mengalirkan air hujan di daerah tersebut.

Wali kota berpesan agar para pengembang senantiasa jujur dan memperhatikan aspek penting dalam pembangunan permukiman dan perumahan. “Kalau infrastruktur baik, barang dagangan yang dalam hal ini berupa tanah dan hunian juga akan semakin laris,” ujar Wali kota.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Agus Riyanto menegaskan bahwa berdasar peraturan daerah nomor 14 Tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah Kota Semarang dan Peraturan Wali Kota nomor 31 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan dan Permukiman, setiap pengembang perumahan wajib menyediakan PSU dengan proporsi 40% dari keseluruhan luas lahan perumahan. (ade)

activate javascript

You might also like

Comments are closed.