Seniman Borobudur Abadikan Gerhana Matahari di Atas Kanvas

METROSEMARANG.COM – Berbagai cara dilakukan warga untuk menyambut fenomana alam gerhana matahari yang jatuh pada Rabu (9/3).
Sejumlah seniman lukis yang tergabung dalam Kelompok Seni Borobudur
Indonesia (KSBI) 15, mengabadikannya dalam bentuk lukisan di atas kanvas.

Sejumlah seniman sudah bersiap di Lapangan Asokbya, komplek Borobudur. Posisi mereka membelakangi matahari yang saat itu mulai beranjak. Saat bulan mulai menutup sang surya seorang seniman dengan kepala
dibalut kain putih, menabuh kentongan sebagai tanda gerhana dimulai.

Saat itulah para seniman mulai menggoreskan kuas ke lembaran kain.
Mereka melukis sesuai selera masing-masing. Ada yang menggunakan cat
warna-warni, ada pula yang menggunakan cat hitam saja.

Obyek yang dilukis juga bermacam-macam, seperti  melukis kepala
Budha dengan warna hitam kuning, mirip dengan gerhana matahari.
Sebagian besar mereka melukis tentang gerhana matahri total.

Seniman Borobudur mengabadikan moment gerhana matahari lewat lukisan. Foto: metrojateng.com
Seniman Borobudur mengabadikan moment gerhana matahari lewat lukisan. Foto: metrojateng.com

Koordinator KSBI 15, Umar Chusaeni menjelaskan, kegiatan melukis ini
merupakan sebuah refleksi bagi seniman. “Yang kami lakukan ya melukis apa yang ada di pikiran kami saat ini,” kata pemilik Limanjawi Art ini.

Umar menyikapi gerhana matahari dari sisi yang berbeda, meski
meredupkan sinar matahari, namun gerhana ini memberi warna pada
Borobudur. Menurutnya, melukis ini juga menjadi  catatan eksistensi bagi seniman untuk memaknai kehidupan dan peka melihat sesuatu.

Lain seniman lain pula dengan para pemburu foto. Mereka dengan
menggunakan berbagai alat dari yang sederhana semacam kamera smarphone
hingga kamera DSLR, berburu foto gerhana di Puthuk Setumbu yang berada di Desa Karangrejo, sekitar 1 kilometer dari Candi Borobudur.

Dari tempat ini, para pemburu foto sejak pagi setelah subuh sudah
nyanggong matahari. Mereka selain ingin mendapatkan moment matahari cincin, juga akan menangkap sunrise. Dari Puthuk Setumbu, para fotografer ini bisa mengabadikan sunrise dengan latar belakang Candi Borobudur.

Salah seorang fotografer asal japunan, Najib mengaku berangkat
sebelum Subuh. Dia juga harus tracking sekitar 10 menit menaiki
ratusan anak tangga menuju puncak Setumbu. Najib dan wisatawan lainnya
semakin beruntung karena cuaca pagi itu sangat bersahabat.

Najib mengaku tidak akan menyia-nyiakan fenomena langka ini. Ia pun
mengaku puas karena berhasil memotret setiap detik momen gerhana
matahari yang dimulai sejak sekitar 07.14 WIB hingga gerhana nyaris
sempurna pukul 07.44 WIB membentuk mirip bulan sabit. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.