Seniman Singapura Ikut Ramaikan “Almostwanted 2 Semarang Graffiti Jamming 2016”

Puluhan anak muda ikut memeriahkan “Almostwanted 2 Semarang Graffiti Jamming 2016”  di Kaliwiru, Senin (1/2). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Puluhan anak muda ikut memeriahkan “Almostwanted 2 Semarang Graffiti Jamming 2016” di Kaliwiru, Senin (1/2). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Puluhan anak muda dari berbagai kota menuangkan kreativitas seni dalam event “Almostwanted 2 Semarang Graffiti Jamming 2016” yang berlangsung di depan kantor Kelurahan Kaliwiru, Candisari Semarang, Senin (1/2). Sejak pagi mereka memulai mengecat ulang tembok sebagai warna dasar sebelum para seniman graffiti menggambar ulang tembok tersenut.

Tak hanya pegiat grafiti dari Semarang saja yang hadir, ada Kringe dari Singapura, Daske Surabaya, Rune & Rubso Rocks Yogyakarta, FDZL8 Kudus, Mock, Inonk, Medcrophone Semarang, dan Runr dari Purwodadi. Mereka biasa menyebut dirinya sebagai writer. Ini merupakan acara serupa yang kedua kalinya dilakukan di tempat yang sama.

Koordinator kegiatan Ardian Murdianto mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan bisa mengubah stigma negatif masyarakat terhadap seni graffiti. “Kami ingin gambar ini bisa membuat kampung menjadi lebih enak dipandang, daripada coretan-coretan yang tidak jelas,” kata Ardian dari Reload Graffiti Supply.

Event tersebut sekaligus sebagai ajang silaturahmi para seniman graffiti. Tembok sepanjang lebih dari 200 meter mereka gambar menggunakan cat semprot warna-warni. Sesekali angin kencang berhembus, memaksa mereka berhenti sejenak, karena bisa membuat boros cat semprot.

Ardian berharap, ada kemajuan kreativitas dari para pegiat seni graffiti di Semarang, mengingat di kota-kota besar lainya sudah berkembang pesat. “Kami sebenarnya juga ingin membuat festival, di situ kita bisa mempromosikan berbagai tempat wisata di Semarang untuk menarik wisatawan,” tandas Ardian. (CR-08)

Comments are closed.