Sepenggal Cerita Mbah Sutikno Bersihkan Sungai Sendirian

METROSEMARANG.COM – Cuaca terik tak menyurutkan semangat Mbah Sutikno untuk nyemplung ke Kali Semarang. Berbekal arit dan sebatang tongkat, kedua tangannya cekatan memungut sampah-sampah plastik yang menggenangi permukaan Kali Semarang.

Aktivitas Mbah Sutikno membersihkan sampah di Kali Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Saya sudah biasa membersihkan sungai seperti ini sendirian karena kasihan melihat rumah warga sering kebanjiran,” ungkapnya.

Kondisi Kali Semarang yang kotor di dekat rumahnya, Kampung Purwodiningratan RT 03/RW I, Semarang Tengah seolah jadi hal lumrah bagi warga setempat. “Soalnya rumah di sini sering kebanjiran dan kena erosi. Makanya saya memungut sampah-sampah dengan alat sekadarnya,” katanya lagi.

Mbah Sutikno mengaku terenyuh melihat tetangganya kerap membuang sampah ke sungai. Karenanya sejak 20 tahun terakhir ia tergerak untuk membersihkan sungai dari belakang kantor Kelurahan Pekunden hingga pintu air Jembatan Berok.

“Mboten enten sing ngewangi kulo. Wong-wong podo wedi keno beling karo dicokot ulo. Tapi kaline tambah kumuh nek ora diresiki,” ungkapnya.

Beberapa warga yang berempati terhadapnya memberinya uang ala kadarnya mulai Rp 50 ribu-Rp 100 ribu. Bantuan pernah diberikan oleh Wali Kota Semarang saat itu Sukawi Sutarip sebanyak Rp 500 ribu sebulan.

Meski begitu, jasanya memelihara Kali Semarang ternyata tak mendapat hasil sepadan. Pemkot Semarang cenderung abai dan kurang tanggap dalam melestarikan ekosistem sungai. Akibatnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sangat lambat merespon keluhan dari warga. “Petugas DPU cuma menumpuk sampah di pinggir sungai. Jadinya tambah kumuh,” paparnya.

Sedangkan Nia Sugoro putri sulungnya mengaku senang melihat ayahnya berjibaku melestarikan sungai. Sebab, tak banyak orang yang mau melakukan hal serupa ditengah kemajuan zaman.

“Saya senang bapak saya melakukan hal itu. Belum tentu orang-orang mau melakukan hal serupa. Saya bangga dengan dia,” tuturnya. (far)

You might also like

Comments are closed.