Sepi Pembeli, Pedagang Festival Pandanaran Tak Balik Modal

Salah satu stan kuliner di Pandanaran Art Festival 2015. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Salah satu stan kuliner di Pandanaran Art Festival 2015. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

 

METROSEMARANG.COM – Pedagang kuliner UMKM peserta Pandanaran Art Festival mengeluh sepinya pembeli. Stan yang sudah mereka buka sejak Sabtu (21/11) kemarin, hingga Minggu (22/11) siang, jika dihitung belum bisa mengembalikan modal.

Salah satu pedagang soto dan tengkleng asal Solo, Siti mengaku pembeli tidak seramai seperti even kuliner yang biasa dia ikuti. Dia hanya mengaku lumayan saat ditanya jumlah pengunjung yang mampir ke stannya. “Seneng kalau ramai, kalau nggak ramai ya susah,” tutur Siti yang baru menjual sekitar 100 porsi sejak satu hari kemarin.

Menurutnya ini adalah even kuliner yang paling sepi pembeli selama dia mengikuti even-even acara kuliner. Bahkan dia juga belum tahu apakah hasil jualannya bisa buat menutup sewa stan. “Nggak tahu ya, bisa bayar stan apa tidak,” keluhnya.

Hal yang sama juga dialami pedagang bubur sayur dan nasi goreng Padang, Siany. Dia mengaku dagangannya kalah denga PKL asli yang sudah lama berjualan di sekitar Taman KB. “Kalau kita digabung sama PKL sini mungkin bisa membaur, tapi ini kan dipisah,” ungkapnya.

Menurutnya penataan lokasinya kurang bagus. Hal ini berdampak pada pembeli yang berkunjung ke stannya. Dia juga belum tahu hasil jualannya bisa menutup sewa stan yang harganya 1,5 juta untuk dua hari itu. “Sampai sekarang baru Rp 500 ribu, ya nggak masuk,” tutur Siany. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.