Sepi Pembeli, Pedagang Johar Mengeluh Rugi Tiap Hari

Sumarni hampir tiap hari merugi karena sepinya pembeli yang mampir ke kiosnya. Kondisi serupa juga dialami hampir sebagian pedagang di Pasar Johar. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Sumarni hampir tiap hari merugi karena sepinya pembeli yang mampir ke kiosnya. Kondisi serupa juga dialami hampir sebagian pedagang di Pasar Johar. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Dua pekan pasca kebakaran Pasar Johar, aktivitas di pasar tersebut belum sepenuhnya normal. Para pedagang yang menempati lapak di Jalan Agus Salim mengeluhkan sepinya pembeli.

“Sangat jauh kalau dibandingkan sebelum kebakaran. Sekarang setiap hari sepi, orang-orang cuma lewat, gak mau mampir,” ungkap penjual jajan pasaran, Sumarni (42) warga Tirtoyoso, Bugangan kepada metrosemarang.com, Kamis (21/5).

Menurutnya, penempatan pedagang yang masih carut marut juga turut berpengaruh terhadap minat pembeli. Ia menilai hal itu berimbas pada sulitnya para pembeli untuk mengetahui letak penjual langganannya.

“Kan penempatannya sesuai undian, jadi tidak tertata. Mana bagian untuk pedagang buah dan jajanan seperti saya, atau yang lainnya. Jadi pelanggan-pelanggan yang dulu masih bingung mencari,” terangnya.

Sumarni pun mengaku pendapatannya sekarang ini sangat anjlok. Sebelum Pasar Johar terbakar, biasanya dalam sehari ia bisa mendapatkan uang Rp 1 juta, bahkan lebih. Namun kali ini untuk mendapat Rp 300 ribu per hari, ia mengaku kesulitan.

“Setiap hari paling mentok dapat Rp 300 ribu. Itu masih rugi, karena belum dihitung modalnya,” jelasnya.

Selain sepi, kondisi pasar sementara yang terletak di Jalan Agus Salim juga sangat panas saat siang hari. Sumarni berharap pemerintah kota bisa meninjau kembali kondisi pedagang saat ini.

Pemkot Semarang memberi kesempatan kepada para pedagang Johar untuk menggelar dagangan di Jalan Agus Salim dan beberapa lokasi lain yang tak jauh dari pasar. Pedagang juga sudah sepakat bahwa pada H+7 Lebaran, mereka akan menempati lokasi penampungan sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah. (ans)

You might also like

Comments are closed.