Serang Fadli Zon, Aktivis KP2KKN Terancam Dipenjara 8 Bulan

Fadli Zon memberikan kesaksian atas kasus pencemaran nama baik di PN Semarang, Kamis (10/12/2015). Jaksa meminta majelis hakim menjatuhi hukuman 8 bulan penjara terhadap Ronny Maryanto yang menjadi terdakwa dalam kasus ini. Foto: metrosemarang.com/dok
Fadli Zon memberikan kesaksian atas kasus pencemaran nama baik di PN Semarang, Kamis (10/12/2015). Jaksa meminta majelis hakim menjatuhi hukuman 8 bulan penjara terhadap Ronny Maryanto yang menjadi terdakwa dalam kasus ini. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Aktivis Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Ronny Maryanto, kembali menjalani sidang kasus pencemaran nama baik terhadap Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Duduk di kursi pesakitan, Ronny hari ini Kamis (11/2) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Semarang.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang Bethania menuntut Ronny delapan bulan penjara dengan masa percobaan selama setahun. Sebab, terdakwa secara sah terbukti menyerang kehormatan seseorang yang disiarkan di muka umum sebagaimana dakwaan pertama.

“Menyatakan terdakwa Ronny Maryanto dengan meyakinkan menyerang kehormatan seseorang yang disiarkan di muka umum,” ungkap Jaksa Bethania.

Terdakwa, menurut Bethania, sengaja menyerang kehormatan dan nama baik Fadli Zon di muka umum. Atas dasar itulah, ia beranggapan semua unsur yang disangkakan telah terpenuhi pada Pasal 310 ayat 2 KUHP.

“Seluruh bukti dan keterangan saksi yang ada selama ini menunjukkan keterlibatan terdakwa. Bukti yang ada, seperti pemberitaan di media online menjadi bukti otentik bahwa Ronny telah menghakimi saksi Fadli Zon,” jelas Bethania.

Lebih jauh, Bethania menegaskan lagi bahwa pernyataan terdakwa sengaja dilemparkan di muka umum, sehingga semua unsur yang ada telah terpenuhi. “Terdakwa telah sengaja merendahkan martabat diri Fadli Zon dan merugikan kredibilitasnya,” katanya.

Usai persidangan, terdakwa menyatakan keberatan atas tuntutan yang dilontaran Jaksa  Bethania tersebut. Ia berdalih fakta-fakta hukum yang diungkap di pengadilan tidak sesuai yang ada selama ini. “Jelas keberatan. Untuk pembelaan saya serahkan pada penasihat hukum,” ujar Ronny.

Pekan depan, Ronny dijadwalkan memberikan pledoi di muka sidang atas tuntutan dalam kasusnya tersebut. Seperti diketahui, sidang pencemaran nama baik ini sempat terkatung-katung cukup lama karena jaksa penuntut umum tak siap membeberkan fakta-fakta dalam persidangan. Fadli Zon juga sempat didatangkan untuk jadi saksi dalam kasus pencemaran nama baik itu. (far)

You might also like

Comments are closed.