Serius Tegakkan Perda Pengolahan Sampah, Hendi Janji Perbanyak Spanduk Sosialisasi

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Hendrar Prihadi menegaskan penegakan Perda 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah menjadi prioritas lantaran sampah menjadi persoalan tersendiri bagi Kota Semarang. Dampak buruk sampah yang dibuang warga secara sembarangan sangat besar, terutama saat musim hujan.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang mencontohkan, sampah yang dibuang sembarangan membuat banyak pompa air yang disiapkan mengantisipasi banjir menjadi macet dan banyak saluran air yang mampet karena ketidakdisiplinan warga.

Sidang Tipiring terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan di Kantor Kelurahan Pekunden, Kamis (24/3). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Sidang Tipiring terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan di Kantor Kelurahan Pekunden, Kamis (24/3). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

“Sekarang kami sedang berupaya menegakkan Perda 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. Bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi mengingatkan bahwa kota ini perlu dirawat bareng,” katanya Selasa (29/3).

Diberitakan sebelumnya, sekitar 200 orang harus menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) akibat kedapatan membuang sampah sembarangan di Kantor Kelurahan Pekunden, Kamis (24/3) lalu. Sesuai dengan Perda Pengelolaan Sampah, ancaman terberat para pelanggar atau pembuang sampah sembarangan adalah denda maksimal sebesar Rp 50 juta dan kurungan paling lama tiga bulan.

Hendi menambahkan, sosialisasi perda itu terus dilakukan, termasuk penempelan spanduk dan pengumuman dalam setiap pertemuan dengan tokoh masyarakat di kelurahan dan kecamatan juga sudah disampaikan.

“Jika masyarakat merasa belum ada sosialisasi cukup, itu menjadi masukan bagi kami. Kami akan sampaikan kepada kelurahan untuk memperbanyak spanduk sebagai sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.