Serpihan Heli Basarnas akan Dikirim ke Surabaya

METROSEMARANG.COM – Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan PT Dirgantara Indonesia masih melakukan investigasi terhadap kecelakaan helikopter di Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung. Tim akan mengumpulkan serpihan-serpihan komponen helikopter jenis Douphin dan selanjutnya dibawa ke Surabaya.

Proses evakuasi bangkai helikopter Basarnas dari Gunung Butak, Rabu (5/7). Foto: metrosemarang.com/dok basarnas

“Investigasi ini masih penting kita lakukan untuk mencari tahu apa penyebab terjadinya kecelakaan helikopter ini,” ujar Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus, Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas, Selasa (4/7) sore.

Serpihan-serpihan komponen helikopter yang dikumpulkan di antaranya berupa mesin, tutup mesin, rotari hingga komponen utama. Serpihan ini, kata Ivan, akan dikirim ke Basarnas kantor Surabaya untuk direkonstruksi. Sedangkan bangkai helikopter berhasil dievakuasi pada Rabu (5/7).

Sementara, tim KNKT akan membantu sepenuhnya untuk memberikan petunjuk apa yang harus dikerjakan pada tahap investigasi ini. Dari tim lainnya juga demikian dan hasilnya akan disampaikan oleh pusat.

Selama investigasi, tim gabungan tidak menemui kendala yang berarti. “Walau sempat tertutup kabut, namun hal itu tidak menjadi kendala bagi tim dalam mengumpulkan data dan dokumen helikopter,” ujar Ivan.

Sepeti diketahui, helikopter milik Basarnas jatuh setelah menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Minggu (2/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Helikopter dalam perjalanan menuju lokasi musibah letupan kawah Sileri, Dieng Banjarnegara. Seluruh penumpang yang berjumlah 8 orang tewas, terdiri dari empat kru helikopter dan empat anggota Basarnas Jateng. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.