Sesaji Rewanda Dinilai Kurang Gereget

METROSEMARANG.COM – Kegiatan budaya Sesaji Rewanda di Obyek Wisata Gua Kreo Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati, Rabu (5/7), dikeluhkan banyak pengunjung. Pasalnya kali ini gelaran budaya yang dilakukan rutin habis Lebaran ini dianggap kurang gereget.

Ritual sesaji Rewanda di Gua Kreo tahun ini dinilai kurang gereget. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Sesaji Rewanda yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dinilai lebih sepi daripada tahun lalu. Pengunjungnya hanya berkisar ratusan sementara tahun lalu mencapai ribuan. Tahun lalu sepanjang jalan mulai gerbang masuk obyek wisata hingga Gua Kreo dipenuhi orang.

“Saiki sepi, nek Sesaji Rewanda taun wingi (pengunjunge) kebak nganti tekan gerbang. (Sekarang sepi, kalau Sesaji Rewanda tahun kemarin pengunjunge penuh sampai gerbang),” kata Adi Winarto, seorang pedagang.

Seorang pengunjung, Lucky Setiawan juga menuturkan hal yang sama. Menurutnya acara kurang greget tidak seperti pada tahun lalu. Selain pengunjung sedikit juga kurang sekali sosialisasinya kepada masyarakat umum. Sehingga diyakini banyak orang yang tidak tahu ada acara Sesaji Rewanda tersebut.

“Saya kesini juga niatnya liburan ke Waduk Jatibarang dan Gua Kreo, tidak tahu kalau ternyata ada Sesaji Rewanda,” ungkapnya.

Sesepuh Desa Wisata Kandri Muhajir mengakui, bahwa Sesaji Rewanda tahun ini memang lebih sepi dari tahun lalu. Hal ini menurutnya karena acara digelar di hari kerja sedangkan tahun lalu di hari libur. Sehingga banyak masyarakat termasuk warga Kandri sendiri yang bekerja.

“Kebanyakan orang Kandri sendiri juga pekerja pabrik, kantoran dan lainnya. Tapi kami terimakasih acara tetap kembali digelar,” ujarnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakilnya Hevearita G Rahayu juga tidak jadi hadir di acara Sesaji Rewanda tersebut. Dan diwakili oleh Sekda Kota Semarang Adi Trihananto. Menurut Adi Trihananto sendiri, kegiatan ini dapat menyatukan manusia dengan alam sekitarnya.

“Sejak adanya kegiatan seperti ini kera-kera yang ada di Gua Kreo lebih kalem. Dulu sebelum ada kegiatan ini setiap musim panas, kera-kera suka menyerang ke perkampungan warga,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.