Setahun Gasak 28 Toko, Aksi 4 Pencuri Ini Berakhir di Kedungmundu

METROSEMARANG.COM – Empat orang tersangka pencuri spesialis toko diringkus polisi. Mereka ditangkap setelah melakukan aksi kejahatannya di 28 lokasi di Semarang dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Mereka ditangkap pekan lalu di beberapa lokasi yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan.
Keempatnya ialah Masrokan (42) dan HU (43), warga Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Asep (40), warga Kebonharjo, Tanjungmas, Semarang Utara, serta Kiswanto (50), warga Batursari, Mranggen, Demak.
pencurian semarang
Gelar perkara pencurian toko-toko di Polrestabes Semarang. (foto: metrosemarang.com/Efendi)
“Mereka beraksi selalu di siang hari dan memanfaatkan kelengahan korban dengan sengaja mengalihkan perhatian. Selama satu tahun ini mereka sudah beraksi di 28 toko, baik toko bangunan, pakaian, tas dan klontong,” ujar Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enrico Silalahi, Kamis (3/5).
Enrico mengatakan, komplotan ini mempunyai tugas masing-masing dalam melangsungkan aksi kejahatannya. Masrokan merupakan eksekutor di setiap aksi yang mereka lakukan. Sedangkan tiga lainnya merupakan pengalih perhatian dan menjadi joki kendaraan yang mereka tunggangi.
“Mereka ada yang berpura-pura membeli sesuatu di toko yang dikehendaki. Kemudian tersangka Masrokan yang menjadi eksekutor, setelah Masrokan berhasil menggasak barang berharga korban, ketiga tersangka lainnya juga meninggalkan lokasi satu per satu, lalu kabur,” imbuh Enrico.
Enriko membeberkan, sebelum diringkus komplotan tersebut terakhir kali menggasak barang berharga di toko milik Umiyatun di Jalan Kedungmundu, 4 April 2018 lalu. Sebelumnya mereka juga beraksi di toko Mumbul Jaya Alumunium milik Tan Kiem Hwa di Jalan Majapahit, Pedurungan, 19 Maret 2018.
“Dari dua toko tersebut mereka membawa dua tas berisi sejumlah uang hasil penjualan,” kata Enrico.
Sementara itu Masrokan mengaku, dalam melancarkan aksinya mereka memilih sasaran secara acak. Sedangkan uang hasil tindak kejahatan tersebut selalu dibagi rata setelah melancarkan aksi. “Kami acak milih warungnya, nggak mesti, pokoknya keliling-keliling dulu. Kalau uangnya dibagi rata berempat. Uang digunakan untuk tambah-tambah membeli kebutuhan keluarga,” ujar Masrokan.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari keempat tersangka ialah tiga unit sepeda motor yang digunakan untuk melancarkan aksi, dua buah ponsel, serta sisa uang hasil kejahatan senilai Rp 4.295.000.
Atas perbuatannya, keempat tersangka harus mempertanggungjawabkannya. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (fen)
You might also like

Comments are closed.