Setianingsih, Kewalahan Ladeni Pengunjung ‘Ngeyel’

Front office Perpusda Jateng, Setianingsih kerap kewalahan untuk mengingatkan  pengunjung yang enggan mengisi absensi. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Front office Perpusda Jateng, Setianingsih kerap kewalahan untuk mengingatkan pengunjung yang enggan mengisi absensi. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

FRONT office Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Tengah, Setianingsih, sering merasa kewalahan untuk menjaga absensi pengunjung. Masih banyaknya pengunjung yang enggan mengisi absensi membuatnya harus ekstra mengingatkan. Apalagi saat ramai pengunjung, banyak pengunjung yang malas antre absen dan langsung menuju ruang tujuannya.

“Mungkin masih belum sadar kalau absensi itu penting, apalagi untuk instansi besar seperti Perpusda ini. Paling sulit kalau yang datang anak-anak SD dan SMP, pada ngeyel gak mau absen. Ditambah kalau datangnya rombongan, pasti kacau,” ungkapnya kepada metrosemarang.com, Rabu (27/5).

Padahal, absensi yang terletak di ruang depan lantai bawah Perpusda Jateng tersebut seharusnya wajib diisi bagi semua pengunjung yang datang. Menurut Setianingsih, absensi tersebut akan menjadi laporan bulanan.

“Sebenarnya setiap ruangan juga ada absensi. Tapi untuk absensi pokok di ruangan depan ini juga harus diisi, karena untuk laporan bulanan,” tambah gadis yang akrab disapa Tia itu.

Sementara itu, Tia menilai masih banyaknya pengunjung yang enggan mengisi absensi juga disebabkan kurangnya pengetahuan akan tata cara pengisian. “Kadang seperti itu, gak tahu caranya absen tapi gak bertanya, malah asal masuk aja,” tukasnya.

Gadis kelahiran Semarang 20 tahu silam tersebut menambahkan, untuk cara pengisian absensi bagi pengunjung yang sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Perpusda Jateng bisa langsung menunjukkan KTA-nya di depan sensor komputer absensi. Kemudian, centang atau enter, pilih tujuan kunjungan dan simpan.

Bagi yang belum punya KTA, pengunjung bisa langsung mengisi nama di komputer yang sudah disediakan. Lalu, mengisi profesi, pendidikan terakhir, jenis kelamin, alamat, tujuan kunjungan dan simpan.

“Kalau yang belum punya KTA sebenarnya bisa juga langsung daftar, gak dipungut biaya. Cuma membawa foto kopi KTP dan KTM atau kartu pelajar bagi siswa,” jelas alumni Undip itu. (ans)

You might also like

Comments are closed.