Setiap Tahun, Permukaan Tanah di Tanjung Emas Turun 15 Sentimeter

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kawasan laut Semarang terus berkurang akibat proyek reklamasi. Foto: metrosemarang.com/dok
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Permukaan tanah di kawasan ini setiap tahun turun hingga 15 sentimeter. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Pengurangan air tanah di Semarang memang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan luas wilayah. Dampak yang ditimbulkan juga tidak terlalu besar terhadap penurunan permukaan tanah, ketimbang pengerukan di kawasan pelabuhan.

Pakar hidrologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nelwan mengakui, berkurangnya air tanah merupakan satu di antara penyebab penurunan permukaan tanah. Namun, masih ada penyebab lainnya yang dampaknya cukup besar, yakni longsoran pantai dan beban yang terlalu berat.

“Tapi yang paling tinggi itu longsoran pantai di pelabuhan. Tiap hari dikeruk agar kapal bisa berlabuh. Akhirnya dasar laut longsor akhirnya narik tanah ke bawah,” katanya kepada metrosemarang.com, Sabtu (31/10).

Tak tanggung-tanggung, menurut pengamatan Nelwan, penurunan permukaan tanah di kawasan pelabuhan mencapai 15 cm per tahun. Di Tanah Mas 5-9 cm per tahun. “Makin ke hulu makin kecil. Di Tugu Muda hanya 1/2 cm per tahun,” katanya.

Meski tidak terlalu besar memberi dampak penurunan permukaan tanah, Nelwan juga mengingatkan agar pengurangan air tanah perlu dibatasi. Selain itu, dia juga mengingatkan agar mulai digerakkan upaya pengisian air tanah.

Menurut dia, hal itu bisa dilakukan dengan membuat sumur berukuran besar pada aliran sungai. Sumur dibuat sampai ke lapisan keras aquival agar air bisa masuk. “Perlu dipikirkan pengisian ulang air tanah. Di India dan negara lainnya sudah melakukan,” jelasnya. (arf)

 

 

You might also like

Comments are closed.