SH Tersangka Baru Kasus Dana Hibah KONI Semarang

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Penyidik Kejaksaan Negeri Semarang menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah KONI Kota Semarang. Tersangka berinisial SH ini disebut-sebut adalah Suhantoro  yang pernah menjabat sebagai sekertaris KONI periode 2011-2013.

Kepala Kejari Semarang Asep Nana Mulyana mengatakan, pihaknya menaikkan status SH dari saksi menjadi tersangka berdasarkan bukti-bukti temuan jaksa terkait keterlibatan pria yang juga berstatus PNS di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang.

“Kami sudah punya cukup alat bukti untuk menetapkan SH sebagai tersangka. SH merupakan salah satu pengurus inti di KONI,” kata Asep kepada wartawan, Selasa (24/3).

Namun, Asep tidak membeber secara rinci peran SH dalam kasus yang juga menjerat mantan Bendahara KONI Kota Semarang Djodi Aryo Setiawan. Hanya saja, sejak 20 Maret 2015, pihaknya sudah membentuk tim penyidik baru untuk mengusut keterlibatan SH. “Kami masih terus memeriksa saksi-saksi, baik untuk DAZ maupun SH,” imbuhnya.

Sementara, juru bicara KONI Semarang Slamet Budi Utomo tidak membantah jika ada salah satu pengurusnya yang berinisial SH. Namun, Slamet mengaku belum mengetahui kalau pengurusnya tersebut adalah orang yang dimaksud Kejari.

“Secara institusi kami belum mendengar kabar tersebut. Kalau nama SH, memang ada di jajaran pengurus KONI,” terangnya.

Dugaan pengurus KONI berinisial SH pun mengarah pada Suhantoro. Dia memang pernah menjabat sebagai sekertaris Koni pada periode 2011-2013. Selain itu, dia juga menjadi PNS di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).

Suhantoro juga dikaitkan dalam kasus raibnya dana Pemkot di BTPN senilai Rp 22 miliar. Dalam bukti rekaman chatting BlackBerry Messenger di Polrestabes Semarang, namanya tercantum bersama Ardhana Arifianto dan Ponco.

Dalam kasus penyelewengan dana hibah KONI Semarang, Kejari Semarang terlebih dahulu sudah menetapkan Djodi Aryo sebagai tersangka. Berkasnya saat ini sudah memasuki tahap akhir, sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Dalam kasus tersebut diketahui kalau Koni mendapat kucuran dana hibah dari APBD 2012 sebanyak Rp 7 miliar dan APBD 2013 sebanyak 12 miliar. (yas)

 

You might also like

Comments are closed.