Siaran TV Digital dari Selatan dan Utara Jawa

*Kominfo Imbau Masyarakat Mulai Beralih ke TV Digital

JAKARTA, METROSEMARANG.COM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat agar segera beralih ke TV Digital, khususnya bagi yang masih menggunakan TV Analog. Bagi masyarakat yang masih menggunakan TV Analog, dibutuhkan sebuah perangkat yang disebut set top box agar bisa berpindah ke TV Digital.

Direktur Penyiaran Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kemkominfo, Geryantika Kurnia mengatakan masyarakat akan merasakan benefit peralihan ke TV Digital, misalnya tidak perlu kuota internet, tidak perlu melalui berlangganan bulanan, parabola, ataupun satelit, serta tidak perlu menggunakan smart TV yang disambung ke internet.

“Siaran TV digital itu gratis. Jangan khawatir. Antenanya sama seperti yang digunakan sekarang, tidak perlu diganti. Kalau TV nya masih jadul, bagi yang mampu bisa beli set top box, yang tersedia banyak di marketplace ataupun toko elektronik. Saya sarankan gunakan set top box yang tersertifikasi dan ada logo si Modi di dus-dusnya,” ujar Geryantika dalam webinar “Siaran TV Digital Dari Selatan dan Utara Jawa”, Rabu (8/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan, TV Digital selain gambarnya yang bersih dan jernih, juga memiliki fitur tambahan seperti electronic program guidance, yaitu daftar jadwal siaran dalam sehari. Kedua, TV digital ramah anak karena ada parental lock di mana orang tua dapat melihat jadwal, dan dapat me-lock program yang tidak sesuai dengan umur anak.

“Lalu ada juga ada peringatan kebencanaan, fitur audio dolby. Nontonnya seperti punya bioskop sendiri di rumah,” tambahnya.

Terkait regulasi yang mengatur pengakhiran siaran televisi analog (Analog Switch Off) pemerintah dan DPR sudah membuat regulasi yang kuat melalui UU Cipta Kerja Nomor 11. Diamanatkan bahwa paling lambat 2 tahun setelah ditetapkannya undang-undang ini siaran analog akan dihentikan, yaitu pada 2 November 2022.

“Migrasi dari TV analog ke digital merupakan amanat dari undang undang Cipta Kerja yang batas akhirnya tanggal 2 November 2022. Akan tetapi tentunya tidak akan serentak berganti. DPR telah bersepakat dengan pemerintah mendukung agar pelaksanaan migrasi tidak dalam satu detik bersama-sama tetapi dengan menggunakan tahapan yang akan dimulai pada tahun 2022. Kita harus segera mengakhiri TV yang menggunakan analog,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Abdul Kharis Almasyhari.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum menegaskan pihaknya siap menyambut program pengakhiran TV Analog (Analog Switch Off) sembari menyiapkan infrastruktur penopang.

“Pada prinsipnya Jawa Tengah siap terkait adanya migrasi adanya TV Analog ke TV Digital. Pemprov Jawa Tengah sendiri sudah membangun sinergi infrastruktur TIK ke 35 kabupaten kota yang ada terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota. Mari kita bersama-sama mulai on going process beralih menonton TV Digital,” ucapnya.

Terkait sosialisasi peralihan ke TV Digital, Kominfo bekerja sama dengan Komisi Penyiran Indonesia di masing-masing daerah. KPI Daerah dan Kominfo bersama-sama secara massif mensosialisasikan digitalisasi penyiaran dan analog switch off kepada masyarakat.

“KPID dan Kominfo harus bekerjasama meningkatkan kualitas gambar dan meningkatkan siaran yang benar-bener berkualitas, yang layak dan bermanfaat bagi kepentingan publik. Kualitas gambar dan suara yang baik di TV digital juga harus diimbangi dengan kualitas konten siaran yang juga lebih baik,” ujar Ketua KPID Yogyakarta, Dewi Nurhasanah.(ris)

You might also like

Leave A Reply