Sidak Trans Semarang, 15 Armada Tidak Layak Beroperasi

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 15 armada BRT Trans Semarang diketahui tidak layak beroperasi, dalam sidak rutin yang dilakukan oleh BLU UPTD Trans Semarang bersama Kepolisian di Shelter Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (3/1).

Uji emisi armada BRT. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dalam sidak petugas menyasar 3 hal yaitu uji emisi, kelengkapan surat-surat yang meliputi SIM, STNK, Kartu Pengawas Trayek, Buku Uji KIR, serta kualitas roda kendaraan. Untuk uji emisi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomer 5 Tahun 2006 mobil di bawah tahun 2010 batas kepekatan asap maksimal 70%, sedang di atas 2010 maksimal 50%.

Dari uji emisi yang dilakukan hari ini ternyata diketahui ada 6 armada BRT yang kepekatan asapnya di atas 50%. Sedangkan terkait kelengkapan surat ada 1 supir yang tidak membawa SIM dan langsung ditilang serta ditahan STNKnya oleh pihak Kepolisian, yaitu armada nomer lambung I 008.

‘’Hari ini juga dicek terkait roda atau ban, sebagai contoh kendaraan pemerintah ini tidak diperbolehkan menggunakan ban vulkanisir, tapi ternyata dari hasil sidak hari ini masih ada 2 armada yang menggunakan ban vulkanisir,’’ kata Plt Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan saat melakukan sidak.

Menurutnya, entah disengaja atau tidak ban vulkanisir itu ditaruh di ban belakang bagian dalam, diperkirakan supaya tidak terlihat. Yaitu di armada nomer lambung III 002 dan III 007, dan langsung hari ini dikembalikan ke pool untuk diganti ban yang bukan vulkanisir.

‘’Kemudian ada beberapa armada juga yang ban sudah halus, ada 7 armada yang bannya sudah halus, yaitu ketebalan batikannya kurang dari 0,6 milimeter, jadi itu sudah halus langsung kita perpalkan kita kembalikan supaya segera diganti,’’ katanya.

Pihaknya memastikan operator armada BRT yang tidak layak operasional tersebut akan mendapatkan teguran. Sebelum semua armada itu diperbaiki baik terkait emisi maupun ban tidak boleh dijalankan. Jika operator tetap membandel maka pasti akan diberi sanksi dimana yang terberat akan ditunda untuk pembayaran operasionalnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.