Sidang Gugatan Skandal Deposito Pemkot Digelar 16 April

26Palu-Hakim

SEMARANG – Pemkot Semarang melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Semarang atas raibnya deposito Rp 22 miliar. Sidang perdana dengan pihak tergugat BTPN Cabang Semarang itu akan digelar pada 16 April mendatang.

Pemkot Semarang menggugat BTPN cabang Semarang pada 9 Maret kemarin lewat bagian kepaniteraan perdata pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Hal tersebut diakui oleh Panitera Muda Perdata pada PN Semarang, Ali Nuryahya. Dia mengatakan bahwa pendaftaran gugatan tersebut  terdaftar dalam nomor perkara 101/Pdt.G/2015. “Gugatan masuk tanggal 9 Maret lalu dengan nomor perkara 101/Pdt.G/2015,” kata dia, Kamis (26/3).

Untuk gugatan Pemkot Semarang itu sendiri, diajukan lewat kuasa hukumnya, John Richard Lautihamallo SH dengan pihak tergugat BTPN Cabang Semarang.

Pemkot Semarang menyatakan, pihaknya sudah memiliki cukup bukti kecurangan sistematis yang dilakukan pihak BTPN sehingga menyebabkan uang kasda yang disimpan sejak tahun 2007 itu raib. Selain itu Pemkot Semarang juga  meminta agar pihak BTPN bertanggung jawab atas hilangnya uang deposito itu.

Sementara itu, Ketua PN Semarang, Dwiarso Budi Santiarto juga telah mengeluarkan penetapan majelis hakim pemeriksa pada tanggal 12 Maret lalu.

“Jenis perkara perbuatan melawan hukum. Ditetapkan majelis hakim pemeriksa Torowa Daeli SH MH selaku ketua, Tamto SH MH dan Retno P Yulistyowati SH sebagai hakim anggota, dengan Panitera Pengganti (PP) Hartoyo,” katanya.

Sementara untuk sidang itu sendiri rencananya akan mulai digelar pada 16 April mendatang, dengan agenda pertama, pemeriksaan para pihak dilanjutkan penunjukan hakim mediator untuk memimpin mediasi. (yas)

You might also like

Comments are closed.