Sigit Ibnugroho Utamakan Budaya dan Seni

Sigit Ibnugroho Sarasprono (berpakaian adat) saat pengembalian formulir pendaftaran di Koalisi Gerindra-PAN. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Sigit Ibnugroho Sarasprono (berpakaian adat) saat pengembalian formulir pendaftaran di Koalisi Gerindra-PAN. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Bakal calon Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho Sarasprono menganggap budaya dan seni bisa menjadi identitas terhadap sebuah kota. Ketua Prabowo Center ini berkeyakinan budaya dan seni di Semarang masih bisa ditingkatkan.

Beberapa waktu lalu Sigit melakukan diskusi ringan dengan beberapa budayawan dan seniman mengenai pembangunan di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Kota Semarang. Dalam diskusi tersebut, para budayawan dan seniman mengeluhkan soal sikap Pemkot Semarang yang selama ini terkesan menganaktirikan seniman.

Menurut Sekretaris Dewan Kesenian Semarang Mulyo Hadi, kebudayaan itu merupakan faktor penting yang perlu diutamakan. Seniman lain, Agus Dewo, juga berharap calon wali kota mendatang harus memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk melestarikan budaya/ seni.

Menanggapi persoalan tersebut, Sigit setuju bahwa budaya dan seni harus dikedepankan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya budaya mampu memberikan identitas tersendiri terhadap kota.

“Saya setuju karena orang asing sendiri selalu mengedepankan budaya untuk mengenalkan negaranya sendiri. Ini merupakan persoalan karena di Semarang sendiri budaya belum ditingkatkan. Sebagai contoh, sampai sekarang tidak ada yang tahu asal usul Warak Ngendog,” tutur bakal calon dari Koalisi Gerindra-PAN ini.

Di akhir diskusi ringan itu, para budayawan dan seniman bersama Sigit berencana menggelar dialog kebudayaan ‘Nyadran Budaya’, sebagai upaya menghormati leluhur dan nilai-nilai budaya. Dialog tersebut rencananya akan digelar pada 14 Juni 2015 mendatang di TBRS. (ade)

You might also like

Comments are closed.