Simon McMenemy Akui Bhayangkara FC Lebih Beruntung

METROSEMARANG.COM – Bhayangkara FC memetik kemenangan tipis atas PSIS Semarang pada laga perdana Grup E Piala Presiden, Sabtu (20/1). Tiga poin yang tidak mudah bagi tim berjuluk The Guardian yang disebut pelatih Simon McMenemy sebagai sebuah keberuntungan.

Bhayangkara FC susah payah menundukkan tim promosi PSIS pada laga perdana Grup E Piala Presiden 2018. Foto: metrosemarang.com

Laga yang dihelat di Stadion Gajayana Malang tersebut berlangsung ketat sejak menit pertama. Dengan kondisi lapangan becek akibat guyuran hujan memaksa kedua tim lebih banyak melakukan direct ball ke pertahanan lawan.

Babak kedua berjalan lebih menarik setelah hujan mereda dan membuat permukaan lapangan sedikit lebih kering. Bhayangkara baru memetik keunggulan di menit 67 melalui heading kapten mereka Jajang Mulyana memanfaatkan skema sepak pojok.

Namun, PSIS langsung merespons dengan baik dan menghasilkan lebih banyak peluang di sisa pertandingan. Hari Nur Yulianto, Gustur Cahyo, Bayu Nugroho hingga Frendi Saputra silih berganti menebar ancaman ke gawang Fauzal Mubaroq.

Bahkan tim promosi ini nyaris membuat skor menjadi imbang di menit 87. Sayang sepakan bebas yang dieksekusi M Yunus hanya menghantam mistar dan bola rebound terlambat diantisipasi Haudi Abdillah.

“Pertandingan yang sulit dengan kondisi lapangan yang berat. Kami lebih beruntung di pertandingan kali ini, dan mereka (PSIS) punya tiga peluang bagus yang seharusnya bisa jadi gol,” kata pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy.

“Kami sudah merancang permainan cantik, tapi itu tidak mungkin dilakukan karena kondisi lapangan tidak memungkinkan. Dalam situasi seperti itu (lapangan becek), kekuatan tim berimbang dan akhirnya kami bisa keluar sebagai pemenang,” beber pelatih asal Scotlandia.

Eks pembesut Timnas Filipina itu juga mengakui jika PSIS mampu membuat timnya kerepotan, terutama pada 20 menit terakhir. “Di 20 menit terakhir fisik pemain Bhayangkara sudah menurun dan PSIS terlihat lebih siap, sehingga mereka bisa memberi tekanan kepada kami,” ucapnya.

Sementara, pelatih PSIS, Subangkit cukup puas dengan permainan Haudi Abdillah dkk. Hanya saja timnya cukup kesulitan untuk meladeni serangan bola-bola udara Bhayangkara FC yang mengandalkan Herman Dzumafo.

“PSIS tim promosi tapi kami tetap bisa menyulitkan Bhayangkara FC. Kami memang sengaja melakukan compact defense dan bermain lewat sayap. Kami cukup kesulitan meladeni b crossing Bhayangkara, apalagi mereka punya Dzumafo,” katanya.

Meski kalah, PSIS justru lebih banyak menghasilkan peluang. Tim Ibukota Jateng tercatat melakukan 19 percobaan, dengan 9 di antaranya on target. Sedangkan Bhayangkara melepaskan 13 attempt dan enam shoot on goal.

Kekalahan ini membuat PSIS terdampak di posisi juru kunci Grup E setelah di pertandingan lainnya Arema FC dan Persela Lamongan berbagi skor 2-2. Pada laga selanjutnya, Kamis (25/1), Mahesa Jenar akan menantang Arema FC dan Bhayangkara FC bertemu Persela. (twy)

You might also like

Comments are closed.