Simpan Pin PKI, Pedagang Klithikan di Kota Lama Diinterogasi Tentara

METROSEMARANG.COM – Syahrul, pedagang berusia 47 tahun terpaksa berurusan dengan aparat keamanan karena tak sengaja menjual pin berlogo PKI. Kodim 733/BS Semarang menginterogasinya di markas Kodim pagi ini (12/5). Pin berlogo palu arit ini didapatkan oleh Kodim yang merazia pada Rabu (11/5) malam.

Tentara awalnya bergerak menyusuri lapak-lapak pedagang yang terletak disamping Gereja Immanuel Kota Lama sekitar pukul 23.00 WIB. Dan di depan tentara, Syahrul membantah sengaja menjual pin PKI.

Petugas memerlihatkan atribut berlogo PKI yang disita dari pedagang klithikan di Kota Lama. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Petugas memerlihatkan atribut berlogo PKI yang disita dari pedagang klithikan di Kota Lama. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Syahrul lalu mengungkapkan bahwa atribut militer miliknya itu diperoleh dari kenalannya yang bekerja sebagai pelaut dan suatu ketika menawarkan barang tersebut kepadanya. Atribut itu lalu ia beli seharga Rp 750 ribu.

Syahrul bilang ada dua set pin militer dan topi baret yang dibelinya dari kenalannya itu. “Ini sudah setahun belakangan ini saya simpan di lapak. “Jadi biasanya saya nitip gitu Pak. Misal dia ke mana, saya nitip pernak-pernik militer dari sana,” jelasnya.

Meski begitu, ia enggan membeberkan identitas kenalannya itu dengan alasan menjaga keamanan yang bersangkutan. “Daripada beda persepsi makanya saya enggak jual kemana-mana,” sambung lelaki asli Jakarta ini.

Sementara itu, Dandim 0733/BS Semarang Letkol Kav Puji Setiono mengaku telah meminta Syahrul datang ke markasnya untuk dimintai pendalaman soal temuan pin PKI. “Ada beberapa pin dan topi baret palu arit yang kami sita dulu. Barang-barang ini kami sita dulu dan pedagangnya akan kami mintai keterangan lebih mendalam,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.