Sistem Ducting Kota Lama, Contoh Penataan Kawasan

Kota Lama Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG – Proyek penataan kawasan Kota Lama Semarang dengan sistem ducting atau penataan jaringan kabel di bawah tanah, menjadi percontohan dalam penataan suatu kawasan di Indonesia. Proyek penataan kawasan Kota Lama bantuan dari Kementerian PUPR senilai Rp 156 miliar ini ditargetkan rampung pada akhir 2018. Dengan sistem ini diharapkan nantinya Kota Lama akan semakin indah dan terbebas dari kabel yang semrawut.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, pekerjaan penataan kawasan Kota Lama Semarang masih menyelesaikan penataan saluran drainse di Jalan Letjen Suprapto menuju Taman Srigunting. “Pekerjaan drainase di jalan ini ditargetkan selesai hingga akhir bulan Ápril mendatang,’’ katanya saat menjadi pemateri dalam kunjungan Balai Uji Coba Sistem Diklat Perkim Kementerian PUPR, Kamis (19/4).

Wanita yang karib disapa Mbak Ita ini mengatakan, pekerjaan di Kota Lama ini dibagi dalam beberapa titik. Saat ini pekerjaan masih fokus dalam penataan drainase kemudian dilanjutkan dengan pemasangan beton kotak di bawah tanah atau ducting. ‘’Sistem ducting ini akan berfungsi untuk menata seluruh jaringan kabel seperti kabel PLN, kabel telepon, internet dan juga pipa PDAM,’’ katanya.

Sehingga nantinya, lanjutnya, Kota Lama tidak ada jaringan kabel di atas melainkan ditanam bawah tanah. Sistem duckting ini diklaim Ita menjadi yang pertama di Indonesia dan menjadi percontohan dalam penataan suatu kawasan. Proyek penataan kawasan kota lama sendiri terdiri dari enam paket pekerjaan. Yakni drainase, duckting, paving, kolam retensi dan street funiture. (duh)

You might also like

Comments are closed.