Siti Masitha Dikenal Gemar Berkonflik saat Berkuasa di Tegal

METROSEMARANG.COM – Carut-marut sistem birokrasi di Kota Tegal mulai terbongkar sejak Siti Masitha diringkus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua hari kemarin. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bahkan sempat menemukan tata kelola pemerintahan setempat berjalan tidak optimal.

Siti Masitha dikenal gemar berkonflik saat menjabat Wali Kota Tegal. Foto: facebook bunda sitha peduli

“Dulu-dulu pernah. Dua kali saya temui birokrasinya disuruh bicara saja sangat sulit. Sudah saya pantau keduanya (Wali Kota dan Wakilnya) juga tidak pernah akur,” ungkap Ganjar, Kamis (31/8).

Contoh lainnya yang paling menonjol ialah saat sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) setempat menggugat tindakan Siti Masitha yang telah menonjobkan mereka.

Tak heran, sejumlah PNS setempat langsung melakukan sujud syukur saat mengetahui wali kotanya ditangkap KPK. Bahkan beberapa dari mereka juga kompak menggunduli kepala.

Menurut Ganjar gugatan itu patut diapresiasi. “Saya mengapresiasi mereka yang berani menggugat dan ternyata menang,” katanya.

Tak hanya itu saja, katanya. Saat diundang Musrembangprov tahun ini, wali kota yang akrab disapa Bunda Sitha itu tak pernah datang.

“Yang datang wakilnya tetapi tidak boleh omong. Makanya, ketika terjaring OTT KPK, maka sesuai UU harus dinonaktifkan,” terangnya.

Karenanya, ia pun telah meminta bantuan kepada tim divisi pencegahan KPK supaya standby di Tegal. Sehingga diharapkan lembaga antirasuah tersebut turut andil memperbaiki tata kelola Pemkot Tegal.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Selasa (29/8), KPK mengamankan delapan orang. Namun hanya tiga yang menjadi tersangka, yaitu Bunda Sitha, pengusaha Amir Mirza Hutagalung, serta Cahyo Supriadi. Lokasi pengamanan berada di tiga kota, yaitu Tegal, Jakarta, dan Balikpapan.

Bunda Sitha diduga menerima suap Rp 5,1 miliar terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah, Kota Tegal, dan fee dari proyek-proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Tegal tahun anggaran 2017. Saat OTT diamankan uang Rp 300 juta dari rumah Amir Mirza yang berfungsi sebagai posko pemenangan. (far)

You might also like

Comments are closed.