Situs Candi dengan Patung Lembu Tunggangan Dewa Siwa Ditemukan di Mijen

Reruntuhan candi yang ditemukan di Tempel, Jatisari, Kecamatan Mijen. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Reruntuhan candi yang ditemukan di Tempel, Jatisari, Kecamatan Mijen. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Peradaban kerajaan Hindu di Kota Semarang bukanlah omong belaka. Setelah penemuan situs candi di Duduhan, Mijen, Semarang akhir September lalu, situs candi serupa kembali terkuak tak jauh dari lokasi tersebut, yakni di Kampung Tempel, Jatisari, Mijen.

Berada di tengah peternakan ayam bernama Tlogosari, situs candi tersebut diduga sudah ada sejak zaman Mataram Kuno di abad 8 Masehi lalu. Bahkan sejumlah arca masih terlihat utuh di tengah-tengah candi berukuran sekitar 5×5 meter itu.

Meski sedikit mengalami kerusakan, arca tersebut jelas terlihat sebagai yoni yang berukuran cukup besar serta patung Lembu Nandini yang menggambarkan tunggangan Dewa Siwa. Situs candi tersebut sebenarnya sudah diketahui masyarakat setempat sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, namun belum ada pihak yang melakukan penelitian.

“Candi itu sudah lama ada. Dulu ada beberapa patung Tapi sekarang hilang,” kata Sukirno (26), warga yang tinggal di sekitar candi, Selasa (3/11).

Senada dengan Sukirno, mandor peternakan Ali Imron juga mengaku candi tersebut sudah ada sebelum peternakan dibangun. Bahkan dulu candi tersebut banyak didatangi orang-orang untuk sekadar melihat hingga melakukan aktivitas spiritual.

“Peternakan ini milik pengusaha asal Semarang. Dibangun pada tahun 1994 lalu. Candi itu sudah ada di situ. Lokasinya masih sama. Kata orang-orang kampung sini, itu sudah sangat tua,” kata Imron.

Sebelumnya, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) juga melakukan proses ekskavasi atau penggalian bangunan candi di Kampung Duduhan RT 4 RW 5, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, pada Jumat (25/9) hingga Selasa (29/9). Menurut Ketua PPAN, Agustijanto Indrajaya, candi utuh ini akan sangat berpotensi untuk pengembangan sejarah di Kota Semarang. (yas)

 

 

You might also like

Comments are closed.