Situs Candi Mijen Sering Digunakan untuk Ritual Berburu Togel

Salah satu lumpang yang menjadi bagian situs candi di Tempel, Jatisari, Mijen. Keberadaan lumpang ini kerap disalahgunakan sebagai media ritual berburu togel. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Salah satu lumpang yang menjadi bagian situs candi di Tempel, Jatisari, Mijen. Keberadaan lumpang ini kerap disalahgunakan sebagai media ritual berburu togel. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Selain cerita mistis, candi Hindu di Kampung Tempel, Jatisari, Mijen itu juga kerap dijadikan lokasi untuk ritual tertentu. Salah satunya adalah berburu nomor togel.

Di sekitar situs candi tersebut terdapat beberapa lumpang yang dipercaya memiliki kekuatan spritual. Sejumlah orang yang datang ke lokasi tersebut malah menggunakan lumpang itu sebagai media memeroleh nomor togel.

“Lumpang ini juga salah satu bukti peradaban masyarakat zaman dulu. Namun kini malah dijadikan ajang untuk mencari nomor togel,” kata Sukirno (26) warga yang tinggal di sekitar lokasi situs, Selasa (3/11).

Menurutnya, lumpang tersebut adalah bagian dari situs candi di dalam ternak. Sebab, letaknya tidak jauh dari lokasi candi dan memiliki tekstur batu yang sama.

Saat metrosemarang.com mendatangi situs tersebut, terdapat tiga buah lumpang yang saling berdekatan. Jaraknya beberapa ratus meter dari lokasi situs candi di dalam area peternakan ayam. Di salah satu lumpang terdapat bekas-bekas ritual mencari togel, seperti terdapat garet (kertas pelinting rokok) dan beberapa batang hio yang masih tertancap.

“Seharusnya situs-situs seperti ini harus bisa lebih terawat. Ini merupakan simbol sejarah, tapi sampai sekarang sepertinya belum ada penanganan yang serius,” tutur Kirno.

Situs candi di Kampung Tempel ini memang sudah tak utuh lagi. Di lokasi itu juga terdapat patung Lembu Nandini yang menggambarkan tunggangan Dewa Siwa. Diduga situs candi tersebut sudah ada sejak zaman Mataram Kuno sekitar abad 8 Masehi. (yas)

 

 

You might also like

Comments are closed.