Laskar Mahesa Jenar, Yang Bertahan dan Yang Hengkang

Pada mulanya, manajemen PSIS tidak terlalu aktif di bursa transfer pemain. Belakangan, mereka menggaet dua pemain baru. Akankah bertambah lagi?

SEMBARI menanti jadwal pertandingan Liga 1 musim depan yang baru akan dikeluarkan usai Kongres Tahunan PSSI pada 20 Januari 2019, PSIS Semarang membenahi pasukan. Bongkar-pasang personel dilakukan.

Awalnya, manajemen PSIS tak terlalu aktif di bursa transfer pemain. Namun belakangan, PSIS mulai melakukan pencarian pemain baru. Meski begitu, mereka tetap mempertahankan sebagian besar pemain lama.

Musim depan, PSIS masih disertai pelatih kepala Jafri Sastra dan pelatih fisik Budi Kurnia. Kiprah kepelatihan Jafri telah terbukti mengamankan PSIS dari zona degradasi pada gelanggang Liga 1 2018.

Sedangkan pada level pemain, PSIS telah pasti ditinggalkan top skorernya, Bruno Silva. Namun manajemen PSIS tak risau, lantaran masih ada beberapa pemain andalan yang tetap bersama PSIS.

 

Mereka yang Bertahan

Diantaranya, bek senior Fauzan Fajri. Ia dipastikan masih bersama PSIS Semarang musim depan dengan kontrak baru hingga Desember 2020. Fauzan Fajri adalah salah satu pilar penting PSIS musim lalu.

Sempat kesulitan di paruh pertama kompetisi, eks pemain Kalteng Putra ini rutin jadi starter sejak kedatangan Jafri Sastra. Pemain 29 tahun itu membuat 16 penampilan dan dua di antaranya sebagai pemain pengganti.

Padahal, ada beberapa tawaran dari klub lain dari Liga 1 hingga Liga 2, untuk Fauzan Fajri. Alasannya adalah faktor kenyamanan dan pengenalannya akan manajemen, menjadi alasan ia bertahan.

“Salah satunya karena dekat dengan rumah. Saya juga sudah lama ikut PSIS. Saya tahu PSIS bagaimana dan dari manajemen pun tahu saya bagaimana,” ungkap Fauzan. Banyaknya pemain lama PSIS yang dipertahankan menjadi pertimbangan Fauzan. Ia telah merasa cocok dan tidak perlu banyak beradaptasi ulang.

Selain Fauzan Fajri, Zandia Eka Putra juga dipastikan masih bersama PSIS untuk dua tahun ke depan. Kiper 32 tahun itu bakal bersaing dengan Joko Ribowo mengawal gawang Mahesa Jenar. Akun Instagram @psisfcofficial menyebutkan jika Jandia diikat dengan durasi kontrak dua tahun hingga Desember 2020.

Kepastian Jandia bertahan di PSIS sekaligus mematahkan spekulasi jika dirinya akan hengkang ke klub lain. Bali United disebut-sebut ingin menjadikannya sebagai partner Wawan Hendrawan. Apalagi klub Pulau Dewata itu juga sukses mengikat mantan pelatih kiper PSIS, Andy Petterson.

Jandia juga sempat dikaitkan dengan klub kota kelahirannya, Semen Padang yang akan kembali berkompetisi di Liga 1. Namun runner up Liga 2 2018 itu sudah menggaet eks shot stopper Sriwijaya FC, Teja Pakualam.

Pada musim perdana bersama PSIS, Jandia mampu menunjukkan performa menawan. Pemain kelahiran 1 Januari 1987 itu menjadi salah satu kiper terbaik Liga 1 2018 dengan torehan 10 clean sheet dari 24 pertandingan. Jandia juga punya rasio kebobolan cukup oke, yakni 0,83 per gim (21 kemasukan).

Sebelumnya Jandia juga sempat mengisyaratkan bakal bertahan di PSIS. Melalui akun Instagram miliknya, kiper berambut gondrong tersebut memposting #10yearchallenge dengan gambar logo Semen Padang 2009 dan PSIS 2019.

Jandia dan Joko Ribowo akan berada di bawah pengawasan I Komang Putra yang menggantikan peran Andy Petterson. Kini PSIS masih menyisakan dua slot di posisi penjaga gawang dan satu di antaranya kemungkinan bakal dicomot dari seleksi pemain magang yang dimulai pekan depan.

View this post on Instagram

Cinta Tanpa Alasan, Hari Nur Tetap Bersama PSIS Semarang 2 Tahun Kedepan Memasuki musim 2019, Hari Nur Yulianto, tetap berseragam PSIS Semarang. Kontrak Hari Nur akan berlaku dari Januari 2019-Desember 2020. Memilih PSIS Semarang sebagai tempatnya berbakti, Hari Nur mengaku itu semua dikarenakan cinta tanpa alasan yang ia miliki kepada Laskar Mahesa Jenar. "Katanya kalau cinta tidak perlu alasan, hehehe," kata Hari Nur, Minggu (20/1/2019). Pemain dengan nomor punggung 22 tersebut mengungkapkan jika ia ingin memberikan yang lebih baik lagi untuk PSIS Semarang. "Yang pasti membantu tim ini agar menjadi lebih baik dari tahun kemarin. Saya juga ingin mencetak lebih banyak gol dibandingkan musim sebelumnya," ujar pemain kelahiran Kendal itu. Di sisi lain, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengungkapkan mempertahankan Hari Nur merupakan tantangan terberat. Hal tersebut mengingat banyaknya klub-klub yang mengincar pemain berusia 29 tahun itu. Meski berat, pihak manajemen tetap melakukan upaya untuk mempertahankan Hari Nur. "Mempertahankan Hari Nur adalah tantangan terberat, mengingat kita bersaing dengan klub-klub kaya Liga 1 dan klub asal Thailand, tapi saya sudah yakin dari awal bahwa uang bukan segalanya, dan saya yakin Hari Nur akan selalu bersama kita hingga pensiun," ucap Yoyok #PSIS

A post shared by PSIS Semarang (@psisfcofficial) on

Dan berikut inilah yang bisa dibilang kesuksesan PSIS dalam mempertahankan pemainnya musim ini. Manajemen PSIS berhasil memenangi persaingan untuk mendapatkan Hari Nur Yulianto. Pemain 29 tahun itu sepakat memperpanjang kontrak hingga Desember 2020 mendatang.

Pemain asli Kendal tersebut juga menjadi incaran tim-tim papan atas Liga 1. CEO PSIS, Yoyok Sukawi mendengar kabar bahwa klub asal Thailand juga berminat memboyong Hari Nur.

“Mempertahankan Hari Nur adalah tantangan terberat mengingat kami harus bersaing dengan klub-klub kaya Liga 1 dan klub asal Thailand. Tapi dari awal saya sudah yakin bahwa uang bukanlah segalanya, dan Hari Nur akan bersama kami sampai pensiun,” tegas Yoyok, Minggu, 20 Januari 2019.

Pemain yang akan genap berusia 30 pada 31 Juli 2019 itu tampil mengesankan di Liga 1 2018. Bersama Bruno Silva, keduanya menjadi salah satu duet tersubur dengan total 26 gol (Hari Nur 10 gol).

Hari Nur merupakan satu dari tiga pemain yang paling banyak tampil musim lalu. Berdasarkan statistik LabBola, Hari selalu tampil dalam 34 pertandingan PSIS dan mengantongi menit bermain 3.035, dengan akurasi tembakan 1.5 per game.

Maka sangat wajar jika pemain bernomor 22 tersebut jadi komoditi panas di bursa transfer. Bahkan situs transfermarkt membanderol Hari Nur senilai Rp 3 miliar lebih. Angka fantastis untuk ukuran pemain lokal.

Setelah Bruno Silva hengkang, tantangan baru menanti Hari Nur. “Saya ingin membawa PSIS berprestasi lebih tinggi dari musim kemarin dan cetak gol sebanyak mungkin,” kata Hari Nur yang akan menjalani musim keenam bersama Mahesa Jenar.

Manajemen Mahesa Jenar juga mengumumkan perpanjangan kontrak bek tengah Rio Saputro. Bek berusia 23 itu bakal melanjutkan pengabdian di PSIS hingga Desember 2020.

Meski tak selalu menjadi pilihan utama, pemain kelahiran Jepara itu memperlihatkan performa menawan di akhir-akhir kompetisi. Dia menorehkan 11 penampilan, dengan tujuh di antaranya sebagai starter.

Rio bakal bergabung dengan Fauzan Fajri, Joko Ribowo dan Ibrahim Conteh yang lebih dulu memilih bertahan bersama Mahesa Jenar. Mereka akan disiapkan untuk meladeni Persibat Batang di babak 32 besar Piala Indonesia yang bergulir mulai pekan ketiga Januari.

“Ada tawaran dari tim Liga 1 maupun Liga 2, tapi prioritas saya tetap PSIS,” tutur Rio.

 

Mereka yang Hengkang

Lantas, siapa saja yang memilih hengkang dari barisan Mahesa Jenar?

Haudi Abdillah adalah salah satunya. Pemain jebolan Tim PON Jateng tersebut sudah berucap salam perpisahan melalui akun Instagram miliknya, pada Selasa, 8 Januari 2019.

Bek berusia 25 itu memutuskan tak melanjutkan kerja sama dengan Mahesa Jenar, kendati namanya telah masuk dalam skema tim musim depan. Haudi Abdillah bakal menyeberang ke sesama kontestan Liga 1.

Bali United kembali disebut-sebut. Pemain kelahiran 20 April 1993 itu diperkirakan akan memperkuat Laskar Serdadu Tridatu. Klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta itu memang getol ‘mengoleksi’ pemain-pemain asal Semarang.

Musim lalu ada Ahmad Agung dan Taufik Hidayat yang hengkang ke tim berjuluk Laskar Serdadu Tridatu. Mereka menyusul Ricky Fajrin dan pelatih Eko Purjiyanto yang lebih dulu bermukim di Pulau Dewata.

Haudi sendiri mengatakan ingin menjajal tantangan baru di klub yang juga baru. “Musim lalu sangat berkesan. Tapi secara pribadi saya juga ingin meningkatkan kemampuan dan mencari tantangan di klub lain,” katanya.

Di musim 2018, Haudi mencatat 27 penampilan bersama PSIS. Eks penggawa PSCS Cilacap itu sempat mengemban ban kapten sebelum digantikan Hari Nur Yulianto di paruh kedua kompetisi. Di musim sebelumnya, Haudi berperan membawa Mahesa Jenar meraih tiket promosi ke Liga 1.

General Manager PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto menyebut, pihaknya harus merelakan Haudi lantaran tak ingin menghambat karir pemain. “Kontrak Haudi di PSIS memang sudah habis. Haudi juga aset PSIS, asli Semarang. Apalagi dia sudah dua musim berjuang bersama PSIS. Tapi kami harus legawa dan tak mau menghalangi jika sudah kemauan Haudi untuk bermain di luar Semarang,” katanya.

psis semarang
Bruno Silva (tengah), salah satu pemain PSIS yang tidak memperpanjang kontraknya. (foto: metrojateng/Tri Wuryono

Lain Haudi Abdillah, lain pula Hafit Ibrahim. Mantan bintang Sriwijaya FC U-21 itu tak masuk dalam skema yang disiapkan head coach Jafri Sastra. Karena itu manajemen PSIS melepasnya.

“Mengacu pada hasil evaluasi tim pelatih, Hafit Ibrahim memang kami lepas,” kata Liluk, Kamis, 10 Januari 2019.

Musim lalu, pemain 25 tahun tersebut kesulitan menembus skuad inti Mahesa Jenar. Hafit kalah bersaing dengan M Yunus, Ibrahim Conteh, Bayu Nugroho dan pemain yang didatangkan di paruh kedua kompetisi, Nerius Alom.

Namun demikian, pemain bernomor 24 itu masih bisa membukukan 18 penampilan dan enam di antaranya dari bangku cadangan. Dia hanya mengantongi 1.162 menit tanpa mencetak gol.

 

Pendatang Baru

Ada yang hengkang, ada pula yang datang. Manajemen PSIS mengenalkan Ganjar Mukti Muhardiyana sebagai rekrutan baru musim ini. Mantan bek PS Tira tersebut bakal bergabung bersama delapan muka lama yang sudah memastikan bertahan.

View this post on Instagram

Ingin Bayar Hutang, Ganjar Mukti Gabung PSIS Semarang Keinginan Ganjar Mukti untuk bergabung dengan PSIS Semarang akhirnya terwujud pada musim 2019. Ganjar Mukti resmi berseragam PSIS Semarang dengan kontrak selama dua tahun. Diungkapkan oleh Ganjar, keinginannya untuk bergabung dengan PSIS Semarang dilandasi dengan hutang pada musim 2016 yang ingin dilunasi. "Karena saya merasa ada hutang game dengan PSIS di musim 2016, saya tidak bisa bawa PSIS lolos ke semifinal dan sekarang ada kesempatan buat gabung kembali," kata Ganjar, Jumat (18/1/2019). Pemain berusia 24 tahun itu, bertekad untuk memberikan penampilan maksimalnya dalam membawa PSIS lebih baik lagi. "Saya harus memberikan penampilan terbaik dan maksimal dalam setiap pertandingan dan membawa PSIS lebih baik lagi di musim ini," ujarnya. Sugeng Rawuh Ganjar Mukti 🙏 #PSIS

A post shared by PSIS Semarang (@psisfcofficial) on

Pengumuman resmi soal Ganjar Mukti disampaikan melalui media sosial PSIS, Jumat, 18 Januari 2019 pagi. Ganjar bakal diikat kontrak dengan durasi dua tahun.

Sebetulnya, Ganjar bukanlah pendatang yang baru-baru amat. Tahun 2016, ia pernah memperkuat Laskar Mahesa Jenar. Saat itu eks Bali United tersebut direkrut untuk memperkuat skuad di babak 16 besar ISC B. Namun dia hanya bermain sekali.

“Saya merasa ada utang game dengan PSIS, karena di tahun 2016 tidak bisa bawa tim ini lolos ke semifinal. Sekarang ada kesempatan untuk gabung lagi,” alasan Ganjar.

Selama dua musim terakhir, pemain kelahiran 12 Juni 1994 itu membela PS Tira. Musim kemarin Ganjar mulai kehilangan tempat di tim utama dan hanya tampil di 14 pertandingan. Padahal di musim 2017 dia membukukan 27 penampilan bersama tim milik TNI tersebut.

Manajemen PSIS membuat kejutan dengan menggaet gelandang Timnas Indonesia, Septian David Maulana, nama yang cukup lama dikaitkan dengan PSIS setelah Mitra Kukar (tim David) terdegradasi. Mahesa Jenar harus bersaing dengan Barito Putera dan Persija Jakarta yang juga meminati gelandang 22 tahun tersebut.

“Saya akui tidak mudah. Tapi Septian David Maulana anak yang baik, punya keinginan kuat untuk pulang,” kata dia, Senin (21/1/2019).

David adalah pemain kedua yang direkrut PSIS musim ini, di luar pemain lama yang diperpanjang kontraknya. “Akhirnya saya bisa bermain di Semarang yang dulu hanya bisa nonton di tribun, sekarang bisa bermain untuk PSIS,” urai Septian.

Musim lalu, Septian tidak membantu Mitra Kukar lolos dari degradasi. Alumni PPLP Jateng itu lebih banyak bertugas untuk Timnas. Total hanya 21 penampilan ia buat di Liga 1 2018, 15 di antaranya sebagai starter dan melesakkan enam gol.

PSIS sempat dikabarkan bakal merekrut Bayu Pradana, kolega Septian David di Mitra Kukar. Namun sepertinya, hal itu tidak akan dilakukan. Melihat kerangka tim PSIS yang telah terbentuk sejauh ini (10 pemain lama dan dua pemain baru) minus pemain asing.

Yoyok Sukawi pun memberi isyarat untuk berburu pemain asing untuk beberapa posisi. “Kami sekarang fokus berburu pemain asing posisi stopper dan striker serta slot Asia. Sementara saya konsentrasi pemain asing, manajemen dan pelatih juga terus bergerak melengkapi slot pemain-pemain muda di berbagai posisi,” ujarnya.

Penegasan tersebut bisa jadi isyarat bahwa Septian David merupakan bintang lokal terakhir yang digaet musim ini, sekaligus meredam rumor kepindahan kapten Mitra Kukar Bayu Pradana. Mantan kolega Septian David itu kini juga lebih dekat dengan sesama tim Kalimantan, Barito Putera.

Di sisi lain, PSIS Semarang mulai membuka lowongan pemain magang untuk musim kompetisi 2019. Pendaftaran seleksi pemain magang dibuka selama dua pekan mulai 7-21 Januari. Proses seleksi akan dilakukan di Stadion Citarum pada 25-27 Januari. Calon pemain bisa mendaftar secara online atau di Sekretariat PSIS.

Seleksi pemain magang tersebut merupakan bagian dari proyek pembinaan PSIS. Manajemen Mahesa Jenar membuka kesempatan bagi pemain-pemain muda yang bakal diproyeksikan masuk dalam skuad racikan Jafri Sastra.

“Program ini sudah kami lakukan setiap tahun untuk menjaring pemain-pemain muda potensial. Dari proses serupa, beberapa musim lalu kami bisa melahirkan Ahmad Agung dan Taufik Hidayat yang sekarang bisa bersaing di level profesional,” kata Yoyok.

Dua pemain yang disebut Yoyok itu merupakan produk lokal PSIS yang saat ini bermain di Bali United. Taufik menjadi bagian Mahesa Jenar di tahun 2014, sedangkan Agung setahun setelahnya.

Lewat program magang, PSIS mencari pemain usia 18-23 tahun. Paling tidak ada lowongan untuk empat pemain magang. “Tapi bisa saja lebih, tergantung rekomendasi tim pelatih. Nantinya akan diseleksi secara bertahap,” lanjut Yoyok.

Manajemen PSIS bakal melibatkan para legenda Tim kebanggaan Semarang. Di antaranya Tugiyo, M Ridwan, Khusnul Yakin, Ahmad Muhariah dan Setiawan Londo.

Seleksi tersebut terbuka untuk umum dan pemain-pemain dari 25 klub pemegang saham PSIS. Pemain magang kelak diproyeksikan mengisi slot tujuh pemain U-23 sesuai regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Tampaknya PSIS bakal memburu talenta-talenta muda lewat program ini dan sejenisnya. Kini PSIS  dengan tim yang sementara terbentuk telah memulai latihan perdana, untuk menghadapi laga-laga pada 2019. (*)

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana

 

 

 

 

 

 

You might also like

Comments are closed.