Smansa Deklarasikan sebagai Sekolah Jujur

Deklarasi kejujuran di SMAN 1 Semarang, Rabu (6/5). Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Deklarasi kejujuran di SMAN 1 Semarang, Rabu (6/5). Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Momentum Hari Pendidikan Nasional sepertinya tak ingin dilalui begitu saja oleh SMA Negeri 1 Semarang. Salah satu sekolah favorit di Semarang ini mendeklarasikan diri sebagai sekolah jujur, Rabu (6/5).

Dengan menggelar apel di lapangan bola yang diikuti ratusan siswa dari kelas X dan XI, pendeklarasian dipimpin oleh Kepala Sekolah Hj. Kastri Wahyuni, S.Pd. “Kami ingin menyiapkan generasi bangsa bukan hanya pintar, namun juga berkarakter jujur,” tegasnya.

Deklarasi tersebut diaplikasikan dengan menuangkan tanda tangan di atas kain putih seluas 1 x 3 meter. Dalam penandatanganannya diwakili dari Kepsek, Wakil Kepsek, Pengurus OSIS sebanyak 18 siswa, Majelis Perwakilan Kelas (MPK) sebanyak 20 guru, dan 28 Ketua Kelas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Semarang Rusmiyanto menambahkan, deklarasi kejujuran ini juga sebagai pengingat bagi siswa-siswi kelas X dan XI yang akan melangsungkan Ujian Kenaikan Kelas (UKK) pada 26 Mei mendatang. Diharapkan dengan menciptakan siswa-siswi yang jujur, dalam pelaksanaan UKK nanti tidak ada kecurangan atau kebocoran soal.

“Kami tidak ingin menciptakan siswa yang munafik, jadi mereka dilatih untuk jujur. Para siswa akan diminta selalu jujur dalam mengikuti ujian, seperti UKK nanti, ujian nasional, bahkan saat ulangan harian,” ujar Rusmiyanto.

Rencananya Kamis besok deklarasi kejujuran ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan oleh masing-masing siswa. Selanjutnya, tanda tangan akan difigura dan dipajang di kelas sebagai pengingat jika para siswa lalai dengan pernyataannya untuk berlaku jujur. “Deklarasi seperti ini pertama kali di SMA 1. Di Semarang mungkin ini yang pertama kali,” tambah Rusmiyanto.

Deklarasi kejujuran ini juga berlanjut dengan pengajian dalam rangka memeringati Isra’ Miraj bagi siswa dan guru muslim yang digelar di masjid Smansa Semarang. Sementara yang non muslim diberikan penjelasan terkait sifat kejujuran di Aula kecil.

“Kejujuran sebagai modal sebagai seorang pemimpin yang bersih. Bagi saya deklarasi ini sangat penting,” kata salah satu siswa kelas XI MIA, Nadella Purnawasih Widdiastuti. (ans)

You might also like

Comments are closed.