SMP 2 Dukung Larangan Perayaan Valentine di Sekolah

METROSEMARANG.COM – Imbauan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Semarang terkait perayaan Hari Valentine disambut positif oleh pihak sekolah. Teguh Waluyo, Kepala SMP 2 Semarang mengungkapkan dukungannya atas kebijakan Disdik tersebut.

Teguh Waluyo
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

“Kami mendukung untuk hal-hal yang menjurus pada kebaikan,” bebernya saat dihubungi metrosemarang.com, Senin (13/2) siang.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh Disdik merupakan bentuk antisipasi dari hal-hal yang bisa jadi akan berlebihan. Ia menjelaskan, perayaan Valentine bisa mengakibatkan tidak konsen dalam kegiatan belajar mengajar.

“Anak berusaha untuk mengada-adakan (dengan) membeli coklat atau bunga,” imbuhnya.

Di SMP 2 sendiri menurutnya sudah tidak ada perayaan valentine. Hal ini lantaran pihak sekolah telah memberikan pengertian jauh-jauh hari kepada para siswa.

Meski demikian, Teguh mengakui jika dua tahun lalu ada beberapa anak yang memberi coklat dan bungan kepada para guru. Namun menurutnya tidak semua guru mendapatkan.

“Tapi hal itu dipandang cukup merepotkan, jadi lebih baik memang tidak dilakukan,” tegasnya.

Hal ini kata dia merupakan keputusan dan pandangan sekolah tentang tidak adanya perayaan Valentine di SMP 2. Pandangan tersebut didasarkan pada didaktik (gaya pendidikan yang konsisten untuk berhubungan dengan pikiran anak didik) dan ekonomi. Secara ekonomi anak-anak akan direpotkan dengan usaha untuk mengada-adakan coklat dan bunga. (vit)

You might also like

Comments are closed.