Soal Akuisisi Oudetrap, KPS: Semoga Murni Penyelamatan Gedung Bersejarah

Pembelian Gedung Oudetrap diharapkan memberi aspek positif untuk penyelamatan bangunan tua di Kota Lama. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Pembelian Gedung Oudetrap diharapkan memberi aspek positif untuk penyelamatan bangunan tua di Kota Lama. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang belum sepenuhnya mengapresiasi pembelian edung Oudetrap di kawasan Kota Lama oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Bukan saja soal besaran dana untuk proses akuisisi, tapi juga motivasi di balik pembelian Gedung Gambir–nama lain Oudetrap.

Menurut Koordinator KPS, Rukardi, masih banyak tanda tanya terkait proses pembelian gedung tersebut. seperti halnya, belum adanya keterbukaan tim appraisal mengenai harga Gedung Oudetrap yang sebelumnya sempat dilelang bank dengan nilai Rp 2,4 miliar namun sekarang dibeli pemkot dengan nilai Rp 8,7 miliar.

Rukardi menambahkan, akhir-akhir ini banyak perubahan yang dilakukan pemkot di bidang infrastruktur, dan itu menjadi tanda tanya besar.

“Kami mengapresiasi sejauh misinya untuk penyelamatan bangunan sejarah. Tapi,  jika akuisisi Oudetrap hanya dijadikan modus untuk tujuan tertentu, itu harus dikritisi,” ujar Rukardi kepada metrosemarang.com.

Ia menjelaskan dalam penyelamatan gedung-gedung di kawasan Kota Lama yang semakin tak terurus seharusnya diperlukan tindakan bebas pajak atau pengurangan pajak dari pemerintah setempat. Dengan demikian, kata dia, para pemilik gedung tidak takut dalam menghuni dan merawatnya.

“Selama ini pemkot mengaku kesulitan menelusuri pemilik gedung di Kota Lama. Mungkin cara ini (dispensasi pajak) salah satu cara pengelolaan Kota Lama, bahkan bisa juga untuk cagar budaya yang lain,” tambahnya. (ans)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.