Soal Pungutan di MAN 1 Semarang, Ini Tanggapan Orangtua Siswa

METROSEMARANG.COM – Muhammad Nur Basuki, salah satu wali siswa asal Brumbungan mengaku tidak keberatan dengan pungutan dari pihak MAN 1 Semarang. Baginya memang sudah sewajarnya jika ia menyumbang.

“Kan anak saya dididik di sini selama 3 tahun, jadi tidak masalah bagi saya,” ungkap Basuki kepadametrosarang.com usai menandatangani persetujuan pemberian sumbangan di MAN 1 Semarang, Rabu (29/6).

Basuki menandatangani surat persetujuan pemberian sumbangan di MAN 1 Semarang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Basuki menandatangani surat persetujuan pemberian sumbangan di MAN 1 Semarang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Basuki tidak merasa apa yang dilakukan oleh MAN 1 salah. Hal ini karena tidak ada paksaan dari pihak madrasah. Ia mengaku tidak akan mengambil uangnya kembali meski akan dikembalikan.

“Tidak ada paksaan. Karena saya ikhlas jadi saya tidak bisa menyebutkan jumlah nominalnya,” imbuh Basuki.

Berbeda dengan Basuki, Onding Sutopo menyayangkan pungutan di MAN 1. Baginya cara yang dilakukan pihak MAN 1 kurang tepat. “Kalau sudah diterima itu ya tidak masalah,” terang Onding.

Dia menambahkan, saat proses wawancara pendaftaran memang diberikan rancangan anggaran. Tetapi menurutnya rancangan anggaran tersebut kurang detail.

“Ya memang sukarela katanya. Tapi saya khawatirnya kalau ada yang nilainya kecil tapi sumbangannya besar itu yang bahaya,” terang Onding.

Ia mengaku cemas saat mendengar ada yang menyumbang sebesar Rp 5 juta. Sementara dirinya Rp 3 juta. “Kemarin kan belum diterima, dan saya nyumbang 3 juta deg-degan juga,” imbuh Onding.

Terpisah, Achmad Zaid, Kepala Ombudsman RI Kantor Perwakilan Jawa Tengah menuturkan bahwa sebenarnya kejadian seperti ini tidak hanya di MAN 1 saja. Hal ini karena sebenarnya sumbangan atau infak memang diperbolehkan sesuai aturan Dirjen Pendidikan Islam tahun 2016, pasal 22 ayat 4. Ada pula kasus di salah satu MTS di Semarang.

“Nanti habis lebaran akan kita tindaklanjuti yang di MTS tersebut,” tegas Zaid. (vit)

You might also like

Comments are closed.