Soim Wahyudi: Kampanyekan Perangi Sampah

Soim Wahyudi Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Soim Wahyudi
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

KESADARAN menjaga kebersihan lingkungan seringkali diabaikan. Padahal, dengan berperilaku santun terhadap lingkungan, setidaknya bisa meminimalisasi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Inilah salah satu alasan yang mendasari tekad Soim Wahyudi (23) untuk membentuk kelompok kecil yang nantinya akan membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Dia ingin mengkampanyekan perang terhadap sampah. Ketua Umum Mahasiswa Walisongo Pecinta Alam (Mawapala) ini merasa terusik setiap kali pulang kampung di Desa Bandengan Kendal.

“Setiap pulang rumah hati saya ingin menangis karena sungainya penuh sampah. Bahkan, jam dua malam kita harus bangun karena air rob masuk ke rumah,” kata Soim kepada metrosemarang.com.

Berkaca dari pengalaman itu, Soim ingin membentuk kelompok kecil yang sadar akan lingkungan kampungnya. Dari kelompok itu ia berharap bisa bekerjasama membuat bak sampah dan menanam pohon mangrove di sekitar sungai. “Saya ingin mengajak mereka dari hal yang kecil dulu,” imbuhnya.

Peraih gelar Juara 1 Lomba Panjat Tebing se-Kota Semarang tahun 2013 itu juga tak pernah lelah mengajak anggota Mawapala dan mahasiswa UIN Walisongo sadar kebersihan lingkungan kampus. Salah satunya, dalam peringatan ultah ke-26 Mawapala pekan lalu, ia membagikan 25 tong sampah kepada para mahasiswa di kampus setempat.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan yang kita tempati ini. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, setidaknya kita juga ikut peduli dengan kelestarian alam,” ucapnya. (ans)

activate javascript

You might also like

Comments are closed.