Solichul Huda Lebih Tertantang Membongkar Kejahatan Perbankan

Solichul Huda Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Solichul Huda
Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Kemajuan teknologi ternyata tak hanya memermudah manusia untuk melakukan segala sesuatu, namun juga berimbas kepada aksi kejahatan yang semakin beragam dengan menggunakan sarana teknologi itu sendiri.

Sebagai contoh, banyaknya kejahatan di dunia  IT atau cyber crime. Dari kasus-kasus yang ringan seperti pembobolan akun-akun media sosial yang disalahgunakan, hingga pembobolan perbankan yang bisa menelan kerugian hingga miliaran rupiah.

Tak jarang, dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan, corps baju coklat membutuhkan bantuan ahli di bidangnya untuk mengungkap para pelaku kejahatan yang bisa dibilang moderen tersebut.

Adalah Solichul Huda, salah satu pakar IT yang sudah sering membantu kepolisian dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan siber. Pria kelahiran Kudus 44 tahun lalu ini bahkan dikenal sebagai pakar IT, khususnya untuk menjawab kasus pembobolan bank.

Huda, akrab ia disapa, memang sudah terbilang master di bidangnya tersebut. Dia bahkan jago mengotak-atik jaringan wireless (nirkabel) dan wirelan (jaringan yang terhubung dengan kabel). Ia mengaku telah melalap semua mengenai media transmisi sejak duduk di bangku kuliah.

Meski demikian, Huda yang tengah menjalani pendidikan S3 Kandidat Doktor Ilmu Komputer Bidang Riset Cyber Crime Bidang Perbankan di ITS Surabaya ini memang mengaku lebih tertantang untuk menguak kasus kejahatan perbankan melalui dunia siber.

Sebab, menurut Huda, menganalisis kejahatan perbankan yang sangat sistematis bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan tiga syarat utama yang harus dimiliki pakar IT untuk dapat membongkar kejahatan tersebut.

“Ada tiga syarat mutlak, di antaranya harus benar-benar menguasai jaringan, menguasai akutansi dan ahli di bidang database,” kata Huda yang juga dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Dian Nuswantoro Semarang tersebut, Sabtu (14/11).

Untuk itu, dengan keahlian yang dimilikinya sekarang ini, suami dari Erni Setyoningsih tersebut mengaku ingin berbuat banyak untuk pemberantasan kejahatan siber. Seperti yang diketahui, kejahatan siber di Indonesia sedang marak terjadi. Apalagi, Indonesia yang menjadi peringkat dua hacker dunia memang menjadi kecaman bagi perusahaan-perusahaan, terutama yang bersinggungan dengan uang seperti perbankan.

“Dengan begitu saya bisa ikut membantu masyarakat untuk mengatasi kejahatan perbankan,” imbuh pria penyuka makanan khas Nusantara itu.

Kini, di sela-sela kesibukannya, Huda juga telah didapuk menjadi Dewan Cyber Nasional di Badan Cyber Nasional yang telah diresmikan Presiden Jokowi, 3 Juni lalu. Ini telah membuktikan bahwa Huda sudah dipercaya menjaga keamanan di ranah cyber untuk menangkal orang-orang nakal yang ingin bertindak semauya di internet.

Badan Cyber Nasional sendiri dibentuk untuk mengkoordinasi admin cyber di semua instansi pemerintahan maupun swasta. Tugasnya memprediksi modus serangan cyber yang akan datang.

“Karena itu ada dewan cyber untuk mengimbangi cara-cara baru hacker dalam membobol jaringan. Nantinya, hasil analisa saya akan digunakan untuk menyupervisi admin, penyidik, lembaga sandi negara, dan lain-lain yang berkaitan. Ini biar tidak tumpang tindih dengan polri dan mensupervisi instansi di negara ini dalam menangkan atau justru untuk menangkap, ” tandas Huda  yang sempat bercita-cita menjadi polisi itu. (yas)

You might also like

Comments are closed.