Sopir Truk akan Demo Lagi Lumpuhkan Pantura

Demo awak truk di Semarang, Senin (23/2). Mereka bakal mengerahkan massa yang lebih besar setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Pemprov Jateng dalam pertemuan yang digelar, Rabu (25/2). Foto Metrosemarang/MS-01
Demo awak truk di Semarang, Senin (23/2). Mereka bakal mengerahkan massa yang lebih besar setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Pemprov Jateng dalam pertemuan yang digelar, Rabu (25/2). Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Buntut pertemuan yang dead lock di Kantor Dishubkominfo Jateng, Rabu (25/2) membuat para sopir truk marah. Asosiasi Pengemudi Independen (API) Jateng menyatakan akan menggelar demo lagi dengan skala lebih besar.

“Kami akan mengerahkan semua truk untuk menutup jalan pantura,” kata Ketua API Jateng Suroso.

Namun kapan demo berlangsung, Suroso belum menentukan tanggal. “Entah kapan, tinggal teman-teman nanti kesepakatannya,” kata dia.

Menurutnya pertemuan dengan Dishubkominfo dan Dinas ESDM Jateng hanya omong kosong. Pertemuan yang dimulai pukul 11.00 itu tidak menghasilkan keputusan apapun. Tiga tuntutan API Jateng tidak dipenuhi.

“(Pertemuan) Ini hanya giringan, himbauan janji-janji palsu belaka dari gubernur. Gubernur malah tidak datang sendiri,” katanya.

Tiga tuntutan itu ialah, toleransi kelebihan muatan hingga 75 persen JBI, mempermudah izin galian c, dan melepaskan truk serta alat berat yang disita.

Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono mengatakan, pihaknya tidak berwenang memutuskan pelepasan truk dan alat berat yang sudah menjadi barang bukti. “Yang berwenang itu reskrimsus Polda Jateng, kami hanya ketempatan barang bukti,” kata dia.

Kepala Dishubkominfo Jateng Satrio Hidayat menyatakan tidak bisa memenuhi permintaan toleransi kelebihan muatan 75 persen. “Kalau kami harus mengubah JBI tidak bisa, itu aturan dalam perda (Peraturan Daerah No 1/2012),” tegasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.