SPKT Polrestabes Semarang Lebih ‘Friendly’ Tanpa Petugas Berpakaian Dinas

Petugas SPKT Polrestabes Semarang memberikan pelayanan tanpa pakaian dinas. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Petugas SPKT Polrestabes Semarang memberikan pelayanan tanpa pakaian dinas. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Ada yang berbeda jika sekarang Anda memasuki Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Sebab, tempat yang biasanya berisi petugas berseragam lengkap dengan atribut kepolisian tersebut, kini berubah drastis dengan petugas yang hanya menggunakan kemeja biasa.

Menurut Kepala SPKT Polrestabes Semarang, AKP Baihaqi, terobosan yang sudah berjalan hampir dua minggu tersebut diambil pihaknya untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan kepolisian.

Dengan demikian, melalui terobosan yang juga mandat tertulis langsung dari Wakapolrestabes Semarang, AKBP Ade Sapari itu, proses pelayanan bisa berjalan lebih maksimal. “Jadi proses pelayanan akan terasa tanpa ada sekat. Masyarakat juga akan terasa lebih nyaman saat memberi keterangan,” kata Baihaqi, Selasa (24/11).

Untuk seragam sendiri ada empat ketentuan yakni, kemeja putih panjang, kemeja bebas, batik dan pakaian dinas biasa. Keempat jenis baju tersebut dikenakan dihari yang berbeda. “Senin dan Kamis kemeja putih, Selasa kemeja bebas, Rabu dan Jumat Batik, dan Sabtu-Minggu pakaian dinas biasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Baihaqi mengatakan, selain adanya perbedaan seragam yang digunakan petugas pelayanan, ruang SPKT pun ikut dirombak. Ruang yang dulu terkesan gelap, kini bernuansa lebih cerah dengan background berwarna orange.

“Intinya, ini salah satu bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara, menurut Ryan Adi Nugroho (24) salah seorang warga yang mengunjungi ruang SPKT tersebut mengaku lebih nyaman dengan suasana ruangan saat ini. Ia bahkan merasa tidak sedang berada di kantor polisi.

“Rasanya seperti pelayanan publik yang lain. Saya ini yang kedua kemari. Mau minta surat kehilangan KTP,” kata warga Condrokusumo Semarang Barat itu. (yas)

You might also like

Comments are closed.