Staf Ahli Gubernur Terjerat Korupsi Bansos, Harusnya Ditahan Malah ‘Plesiran’

ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG – Kejaksaan Tinggi Jateng gagal mengeksekusi Staf Ahli Gubernur Jateng, Joko Mardiyanto yang terjerat korupsi bantuan sosial. Tapi, kejati berhasil menahan oknum PNS Pemprov Joko Suryanto dalam kasus yang sama, Kamis( 21/5) siang tadi.

Joko Suryanto pada tahun 2011 menjabat sebagai ketua tim verifikasi bansos Jateng  “Joko Mardianto ditunda penahanannya karena dia tidak datang hari ini. Dia beralasan berada di Bandung Jabar, untuk keperluan Dinas,” kata Kajati, Hartadi di kantornya.

Penahanan Joko Suryanto tersebut dilakukan setelah tim penyidik Kejati menindak lanjuti hasil penyelidikan pada 5 Februari 2014 dan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (sprindik) dugaan penyimpangan dalam penyaluran dan pengelolaan dana bansos yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah 2011 yang juga melibatkan lima mantan aktifis mahasiswa.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua pejabat tersebut merupakan aktor di balik penyaluran dana bansos senilai hampir 1 milyar rupiah di tahun 2011 kepada 164 penerima bantuan. Namun, hasil audit Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan Jawa Tengah, didapati penyaluran bantuan bagi 164 penerima ternyata fiktif.  Menurut Hartadi, kerugian negara dalam kasus ini mencapai RP 654 juta.

Sebelumnya, terkait kasus ini, pada 5 Mei lalu Kejati juga telah menahan lima orang tersangka yang juga mantan aktifis mahasiswa berbagai Universitas di Semarang. (yas)

You might also like

Comments are closed.