Stok Terbatas, Burung Sekoci Makin Sulit Dicari

Burung Sekoci di Pasar Kartini. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Burung Sekoci di Pasar Kartini. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Tidak serupa dengan penggemar burung Kenari dan Pleci yang kepopulerannya terus merangkak naik, untuk peminat burung Sekoci tampaknya perlu waspada. Pasalnya peredaran burung asli Kalimantan dan Sumatera tersebut semakin hari semakin berkurang.

Di Pasar Burung Kartini saja, saat ini hanya terlihat beberapa pedagang yang memiliki burung berparas cantik dengan warna hitam dibalut goresan putih tersebut. “Akhir-akhir ini Sekoci sepi. Dari sananya juga ngedropnya cuma sedikit,” tutur Mbah Iman, salah seorang pedagang yang berjualan pasar setempat.

Ia mengatakan, biasanya penyuplai langsung berasal dari Kalimantan dan Sumatera. Sebulan sekali mereka datang ke Pasar Burung Depok Solo membawa puluhan burung Sekoci.

“Namun tidak hanya di Solo, di Pasar Burung Pramuka Jakarta juga didatangi suplaiyer. Saya juga pernah ambil dari Jakarta,” imbuhnya seraya menunjukan sisa burung Sekoci dagangannya.

Kendati demikian, harga burung Sekoci di pasaran masih cenderung stabil. Biasanya untuk burung Sekoci biasa atau yang lebih dikenal dengan ‘bakalan’ harganya berkisar antara Rp 350-500 ribu, tergantung kondisi burung. Sedangkan burung yang sudah cerewet atau gacor, bisa berharga di atas Rp 1 juta.

“Mudah-mudahan burung Sekoci kembali mudah didapat, mengingat peminatnya juga masih cukup banyak,” harap Mbah Iman.

Penangkaran burung yang masih satu keluarga dengan Kacer ini memang gampang-gampang susah. Hal ini membuat jumlah Sekoci di habitat asalnya terus berkurang. (yas)

You might also like

Comments are closed.