Stok Terbatas, Perajin Ikan Asin Tambaklorok Kurangi Pemakaian Garam

METROSEMARANG.COM – Ketersediaan pasokan yang semakin menipis membuat para perajin ikan asin Tambaklorok Semarang mengurangi pemakaian garam.

Perajin ikan asin di Tambaklorok harus mengurangi pemakaian garam karena stok terbatas. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Pantauan di kawasan TPI Tambaklorok pada Rabu (26/7), para perajin ikan asin mengaku kekurangan pasokan garam hingga sepekan terakhir.

Nupah, perajin ikan asin RT 01/RW XIII, Gang Panggang Tambak Mulyo mengatakan di beberapa pasar tradisional ketersediaan garam sangat minim. Kalaupun ada yang menjual,2 harganya sudah terlanjur mahal.

“Harga garam untuk bahan baku ikan asin sekarang mahal. Saya kalau beli di pasar Rp 215 ribu cuma dapat 45 kilogram. Kalau kondisi normal harganya cuma kisaran Rp 50 Ribu. Sebab, ladang garam di Demak dan sekitarnya gagal panen gara-gara diguyur hujan terus-menerus,” katanya.

Ia menambahkan minimnya pasokan garam sangat mempengaruhi produksi ikan asin di kampungnya. Ia bahkan harus menjemur ikan lebih lama.

“Jika biasanya cuma menjemur sehari. Sekarang sampai dua hari. Ini tentunya membuat pendapatan saya turun drastis,” ungkapnya.

Upaya lainnya, katanya ialah dengan menjual ikan tanpa dibubuhi garam. Harga sekilo ikan tanpa dibubuhi garam sebesar Rp 60 ribu atau lebih mahal ketimbang ikan asin Rp 35 ribu per kilogram.

“Ya mau gimana lagi lha wong garamnya aja enggak ada. Kondisinya memang kekurangan garam,” jelasnya.

Mudayana, seorang perajin ikan asin lainnya mengungkapkan dirinya saat ini harus mengurangi pemakaian garam saat memproduksi ikan asin.

Sekali memproduksi, ia hanya menggunakan satu sak atau sebanyak 50 kilogram. “Itu untuk 2 kuintal ikan asin,” ungkapnya. Akibat hal tersebut, harga ikan asin langsung melambung tinggi sekitar Rp 12 ribu kilogram hingga Rp 45 ribu.

Ia menerangkan kelangkaan garam baru terjadi kali ini. Ia berharap pemerintah memberikan kucuran dana untuk memulihkan modal usaha para pembuat ikan asin. (far)

You might also like

Comments are closed.