Striker PSIS Ini Sudah Melupakan Tragedi di Manahan

Johan Yoga (kiri) siap kembali ke Manahan dan memberi kemenangan buat Mahesa Jenar. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa
Johan Yoga (kiri) siap kembali ke Manahan dan memberi kemenangan buat Mahesa Jenar. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa

SEMARANG – Laga final Polda Jateng Cup di Stadion Manahan, Kamis (30/7) besok, bakal membuka memori kelam bagi Johan Yoga Utama. Sembilan bulan silam, striker PSIS ini pernah merasakan terisolasi saat terjadi bentrok suporter dan petugas keamanan.

Rabu, 22 Oktober 2014, kerusuhan pecah di Stadion Manahan saat Persis Solo menjamu Martapura FC dalam lanjutan babak 8 Besar Divisi Utama. Johan, yang kala itu masih berseragam Martapura, juga ikut merasakan suasana mencekam di dalam stadion. Bahkan, dia dan rekan-rekannya terpaksa dievakuasi menggunakan truk Dalmas untuk keluar dari kepungan suporter.

Besok sore, pemain asli Semarang ini akan kembali ke tempat yang sama. Kali ini dengan balutan jersey PSIS. Sebenarnya, Johan juga pernah kembali ke Manahan pasca kerusuhan tersebut, tepatnya saat Mahesa Jenar dijamu Laskar Sambernyawa di fase penyisihan grup Polda Jateng Cup, 14 Juni silam.

Namun, pada kunjungannya yang kedua, tensinya jelas berbeda. Selain final, kericuhan suporter yang terjadi di Jatidiri, juga menjadi bumbu pertandingan ini. Johan pun mengaku sudah melupakan tragedi di Manahan yang menewaskan satu suporter itu.

“Nggak ada trauma. Bagi saya, kejadian seperti itu (kerusuhan) sudah biasa di sepakbola Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Jatidiri, Rabu (29/7).

Juru gedor 25 tahun itu tak merasa terusik dengan teror yang bakal dilancarkan kubu tuan rumah. “Soal teror dan ejekan dari suporter, ya wajar saja. Asal jangan sampai menyerang pemain,” tutur eks PSM Makassar ini.

Johan bakal menjadi andalan pasukan M Dofir untuk mengoyak pertahanan Persis. Saat leg pertama di Jatidiri, Sabtu (4/7), Johan juga yang sukses memberi keunggulan PSIS, sebelum laga dihentikan di menit 26. Total, sudah dua gol dan satu assist dia kreasikan dalam tiga pertemuan terakhir kontra Persis. (twy)

 

You might also like

Comments are closed.